WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Penutupan Jalan A. Yani Kilometer 31 berdampak langsung pada operasional bus BTS Trans Banjarbakula atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Bus Tayo. Karena perubahan rute ini, tiga halte yakni Halte Hj. Nuriyah, Halte Arutmin, dan Halte Limousin terpaksa tidak dilayani sementara waktu. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), M. Fitri Hernadi, mengatakan perubahan rute ini tak terhindarkan agar layanan bus tetap bisa beroperasi. "Bus dari arah Banjarmasin harus berbelok ke Jalan Karang Rejo, melewati Jalan Trikora, dan kembali ke Jalan RO. Ulin di Kilometer 33. Rute sebaliknya juga berlaku untuk arah dari Banjarbaru," jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/6/2025) sore. Terlebih, masyarakat yang terdampak telah menyampaikan berbagai masukan. Beberapa pengguna berharap agar bus tidak langsung berbelok ke Karang Rejo. "Hal serupa juga diusulkan agar bus dari arah Banjarbaru tetap melewati halte Limousin, Arutmin, dan Hj. Nuriyah dan berputar balik di depan SPBU Loktabat," beber Fitri. Sayangnya, menurutnya opsi tersebut masih sulit direalisasikan. "Seperti yang kita tahu ukuran bus yang besar menyulitkan untuk berputar di U-turn sempit, berbeda dengan kendaraan kecil," tambah Hernadi. BACA JUGA: Ribuan Orang dari Berbagai Negara Akan Unjuk Rasa Bobol Blokade Israel di Rafah Meski demikian, Dishub Kalsel memastikan akan terus mengevaluasi dampak penyesuaian rute ini. "Evaluasi akan mencakup jumlah penurunan pengguna hingga kebutuhan warga yang tidak terlayani selama masa penutupan yang diperkirakan berlangsung hingga lima bulan ke depan," tandas Fitri. Untuk sementara, alternatif solusi juga tengah dipertimbangkan, salah satunya melalui layanan angkutan ‘Juara’ bagi warga yang biasa menggunakan tiga halte yang kini tak terjangkau. "Tapi ini masih kami kaji dari sisi ekonomisnya, apakah pengguna bersedia beralih ke angkutan ini atau tidak," pungkas Fitri. (IKhsan) Editor: Yayu