Los Angeles Makin Mencekam! Operasi Imigrasi Picu Kerusuhan Besar, 2 WNI Ikut Ditangkap
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, LOS ANGELES – Situasi di Los Angeles berubah mencekam setelah operasi imigrasi berskala besar yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat memicu kemarahan publik. Aksi penggerebekan yang menyasar komunitas migran tersebut berujung kerusuhan massal.
Dilaporkan lebih dari 100 orang ditangkap dalam operasi tersebut, termasuk dua warga negara Indonesia (WNI). Penggerebekan dilakukan di sejumlah titik padat pekerja migran yang diduga ilegal.
Tindakan tegas ini dilakukan di bawah komando Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengerahkan ribuan personel militer tanpa koordinasi dengan pemerintah negara bagian. Langkah sepihak tersebut memperkeruh situasi, memicu unjuk rasa besar-besaran di pusat kota Los Angeles.
BACA JUGA:Prabowo Cabut Izin Tambang Nikel di Raja Ampat: 4 IUP Dicabut, Tapi PT Gag Nikel Kok Nggak!
Aksi protes yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi bentrokan hebat. Massa membakar kendaraan, memblokade jalanan, dan terlibat adu fisik dengan aparat yang membalas menggunakan gas air mata. Suasana kota berubah menjadi zona rawan dengan ketegangan tinggi hingga larut malam.
Insiden ini menuai reaksi keras dari warganet internasional yang turut membanjiri media sosial dengan komentar:
"Dimana HAM???? WOIIII YG biasa teriakin HAM... manaaaa?"
"Illegal baliklah, pulang ke negara masing-masing."
"50 states lama-lama minta jadi negara sendiri. No more United States, tapi Divided States of America."
"Wajarnya ilegal ya dideportasi. Kalau legal, harusnya aman."
"Kenapa geram sama cara negara lain menertibkan imigran ilegal?"
Meskipun kebijakan ini menuai dukungan dari sebagian masyarakat yang mendambakan ketertiban, tak sedikit pula yang mengecam keras pendekatan militeristik yang dianggap melanggar hak asasi manusia, terutama terhadap imigran dan pekerja migran.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington D.C. terkait kondisi dua WNI yang ditangkap.(Wartabanjar.com/kompascom/berbagai sumber)
editor: nur muhammad