Hambal Lumut Jadi Lokasi Favorit Dirikan Tenda di Gunung Hauk
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PARINGIN – Ramainya minat pendaki yang menjajal pesona Gunung Hauk di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, kian terasa di akhir pekan.
Kepadatan terjadi pada Sabtu, 7 Juni 2025, tercatat sekitar 130 pendaki memadati jalur dan area puncak gunung yang berada di ketinggian sekitar 1.325 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.
Karena banyaknya jumlah pendaki, puncak Gunung Hauk pun penuh sesak dengan tenda. Banyak pendaki akhirnya memilih mendirikan tenda di Hambal Lumut.
Baca Juga
Motor Terbakar Hebat di Komplek Griya Permata! Warga Panik, Netizen Heboh di Medsos
Area datar yang letaknya tidak jauh dari puncak dan telah dikenal sebagai tempat alternatif bermalam yang nyaman dan aman.
Berdasarkan pantauan langsung tim Wartabanjar, puluhan tenda terlihat berjajar rapi di kawasan Hambal Lumut pada malam itu.
Suasana terasa lebih tenang dibandingkan puncak. Para pendaki memanfaatkan malam dengan berbagai aktivitas seperti berbincang santai, memasak, hingga membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh.
Lokasi Hambal Lumut yang hanya berjarak sekitar 30 menit berjalan kaki ke puncak menjadi nilai tambah tersendiri.
Pendaki yang bermalam di sini tetap dapat mengejar momen matahari terbit keesokan paginya.
Bahkan, banyak dari mereka yang sengaja bangun lebih awal untuk berjalan menuju puncak sebelum fajar, demi mendapatkan foto-foto indah saat mentari mulai muncul di ufuk timur, memancarkan cahaya keemasan di antara kabut dan pepohonan hutan Meratus.
Keindahan sunrise dari puncak Gunung Hauk menjadi daya tarik yang sulit dilewatkan. Dari ketinggian, hamparan pegunungan dan lembah di sekitarnya terlihat jelas saat langit mulai berwarna jingga.
Aktivitas memotret sunrise ini menjadi agenda wajib bagi para pendaki, bahkan bagi mereka yang hanya berkemah semalam.
Hambal Lumut sendiri menawarkan kontur tanah yang datar, permukaan lumut yang lembut, serta udara yang sejuk dan bersih. Vegetasi di sekelilingnya memberi perlindungan dari angin malam, membuat suasana berkemah terasa nyaman.
Tidak heran jika banyak pendaki mulai menjadikan lokasi ini sebagai tempat utama untuk bermalam, bukan lagi sekadar alternatif saat puncak penuh.(Alfi)
Editor Restu