WARTABANJAR.COM, MARABAHAN – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di atas Jembatan Barito, Kalimantan Selatan, pada Kamis (5/6/2026) tengah malam atau malam Iduladha 2025. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka. Informasi awal menyebutkan kecelakaan melibatkan empat orang korban yang telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat. Namun hingga saat ini, kronologi pasti dan identitas lengkap para korban belum sepenuhnya diketahui. Korban Meninggal: Ahmad Fauzi dan Amat Anak Uun Salah satu korban tewas diketahui bernama Ahmad Fauzi, warga Handil Ulis, Anjir. Ia ditemukan dalam kondisi masih mengenakan helm, dan jenazahnya kini telah berada di kamar jenazah RSUD Ulin, Banjarmasin, dengan pihak keluarga sudah mendampingi. BACA JUGA:Miliki Lebih dari 30 Juta Pengikut di TikTok, Stray Kids Jadi Grup K-Pop Terpopuler Ketiga Dunia Korban meninggal lainnya adalah seorang pemuda bernama Amat, yang disebut sebagai anak Uun, pedagang pentol di dekat Jembatan Barito. Amat ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di ujung jembatan pasca kecelakaan. Diduga Tabrak Lari, Netizen Heboh di Medsos Kabar kecelakaan cepat menyebar di media sosial dan grup-grup pesan instan. Sejumlah netizen menduga kuat bahwa kecelakaan ini merupakan kasus tabrak lari. Banyak yang mengaku melintasi lokasi kejadian tak lama setelah insiden terjadi. "Ulun habis lewat situ malam tadi pulkam 😭, berarti sesudah kejadian baru Ulun lewat," tulis seorang warga di kolom komentar. "Infonya korban 3 orang warga Anjir Pal 26, dan satunya orang Anjir Handil Ulis," sebut warga lain. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kecelakaan maupun pelaku yang terlibat. Kondisi Korban Luka-Luka Masih Dirawat Dua korban lainnya yang selamat namun mengalami luka-luka kini masih menjalani perawatan intensif. Identitas dan kondisi medis mereka belum diungkapkan secara resmi oleh pihak rumah sakit. Polisi Masih Selidiki, Warga Diminta Tidak Sebar Spekulasi Pihak berwenang masih mengumpulkan data di lapangan dan menelusuri rekaman CCTV maupun saksi mata untuk mengungkap kronologi kejadian. Masyarakat diminta tidak menyebarkan spekulasi tanpa dasar hingga hasil investigasi resmi diumumkan.(Wartabanjar.com/info_kejadian_banjarmasinberbagai sumber) editor: nur muhammad