WARTABANJAR.COM, PELAIHARI- Pemerintah Kabupaten Tanah Laut melalui Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Tanah Laut bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Peternakan tengah memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban di perbatasan antar daerah. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular (PHM) dan memastikan seluruh hewan kurban yang diperdagangkan memenuhi syarat kesehatan, khususnya menjelang Idul Adha. Hari raya Idul Adha akan berlangsung dua hari lagi, yaitu pada Jumat (6/6/2025) nanti. Oleh sebab itu, pengawasan ketat ini perlu dilakukan, berlangsung pada 4-5 Juni ini. Perbatasan antar daerah menjadi titik krusial mengingat tingginya mobilitas hewan kurban dari berbagai wilayah di kawasan tersebut. Peningkatan lalu lintas hewan ini adalah fenomena musiman yang selalu terjadi setiap tahun seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hewan kurban. Untuk mengantisipasi hal ini, tiga pos pengawasan telah didirikan di lokasi strategis, yaitu dua di Kecamatan Bati-bati tepatnya di Desa Banyu Irang dan Pandahan serta satu lagi di Desa Handil Babirik, Kecamatan Bumi Makmur. BACA JUGA: Sejumlah Aktivis Hingga Aktor Liam Cunningham Berlayar ke Gaza Tembus Blokade Israel Bawa Bantuan Kemanusiaan Kasatpol PP dan Damkar Tanah Laut, M. Kusri, menjelaskan pentingnya pengawasan ini agar masyarakat aman dan nyaman saat berkurban nanti. "Kami pastikan hewan kurban yang masuk Tanah Laut sehat dan layak,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antar instansi untuk melindungi kesehatan hewan dan masyarakat di Kabupaten Tanah Laut. Petugas gabungan di pos-pos pengawasan melakukan pemeriksaan dokumen kesehatan hewan, kondisi fisik hewan, serta memastikan tidak ada indikasi penyakit menular yang terbawa. Diharapkan dengan pengawasan yang ketat ini, perayaan Idul Adha di Tanah Laut dapat berjalan lancar tanpa kekhawatiran akan penyebaran penyakit hewan. (Gazali) Editor: Yayu