Namun, fenomena ini tidak terjadi setiap tahun.
Dalam rentang waktu sekitar 18,6 tahun, jalur Bulan di langit mengalami perubahan besar dari sangat curam (Major Lunar Standstill) ke sangat landai (Minor Lunar Standstill).
Momen besar ini terakhir terjadi adalah tahun 2006 lalu dan kini akan terulang kembali, mencapai puncaknya pada 29 Januari 2025.
BACA JUGA: Duduk Perkara Ditemukannya Mayat Pria Tanpa Kepala di Loksado HSS, Ternyata Soal Sengketa Batas Desa
Setelah tahun 2025, jalur Bulan akan mulai “merendah” kembali karena orbit Bulan perlahan ditarik oleh gaya gravitasi Matahari, menyebabkan siklus presesi nodal.
Menariknya, Bulan tidak hanya lewat di antara 12 rasi bintang zodiak, tetapi juga melewati enam konstelasi tambahan, yakni Ophiuchus, Sextans, Orion, Auriga, Crater, dan Corvus.
Orang-orang zaman dulu sangat memperhatikan pergerakan Bulan.
Contohnya, Batu Callanish di Skotlandia yang didirikan pada Zaman Perunggu ternyata sejajar dengan titik terbit dan terbenam Bulan saat titik maksimum pergerakannya.
Purnama Stroberi
Bulan purnama Juni 2025 akan terjadi pada malam 10 dan 11 Juni, hanya 10 hari sebelum titik balik matahari musim panas.
Di Amerika Utara, purnama ini akan terlihat sangat rendah di langit selatan, bahkan nyaris menyentuh pucuk pepohonan.
Di wilayah yang sangat utara seperti Alaska atau Islandia, Bulan bahkan mungkin tidak terbit sama sekali.
Sebaliknya, bagi pengamat di belahan selatan, purnama ini akan menjulang tinggi di langit malam.
Purnama Juni ini memiliki sebutan khusus yaitu Strawberry Moon.

