WARTABANJAR.COM, PADANGSIDIMPUAN – Kejahatan seksual terhadap anak kembali mencabik nurani bangsa. Seorang anak perempuan yatim piatu berinisial YHS menjadi korban pemerkosaan berulang yang dilakukan oleh pamannya sendiri, S, serta dua sepupu laki-lakinya, AYL dan SL. Korban tinggal bersama pelaku di kawasan Perumnas Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, setelah ditinggal orang tuanya sejak kecil. Bukannya mendapatkan perlindungan, anak malang ini justru menjadi korban kebiadaban keluarga kandungnya sendiri. Aksi Bejat Bertahun-Tahun, Terbongkar Setelah Diam Puluhan Kali Kejahatan ini pertama kali terjadi saat korban masih duduk di kelas 5 SD, tepatnya pada Mei 2019. Sang paman, S, membawa korban ke kebun rambutan dan menyetubuhinya. Perbuatan itu diulang kembali pada kesempatan berbeda, dan menjadi awal dari trauma berkepanjangan. Saat korban menginjak SMP, giliran AYL, sepupu sekaligus anak dari pelaku S, yang mencabuli korban sebanyak dua kali. Tidak berhenti di situ, SL, sepupu lainnya yang kini bekerja di luar negeri, juga disebut menyetubuhi korban hingga tiga kali. BACA JUGA:Dari Dapur Sederhana Jadi Oleh-Oleh Primadona: Kisah Sukses Amplang Omega Takisung Tembus Jawa dan Sulawesi Kepala Polres Padangsidimpuan, AKBP Wira Prayatna, dalam konferensi pers pada Jumat malam (30/5/2025), menyatakan bahwa S dan AYL telah ditangkap, sementara pihaknya tengah berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Bareskrim Polri untuk mengejar SL di luar negeri. “Hasil visum menunjukkan adanya luka robek pada selaput dara korban. Kasus ini masih kami dalami untuk menuntaskan seluruh proses hukum,” ujar AKBP Wira. Terungkap Berkat Keberanian Sang Kakak Kebiadaban ini terungkap setelah abang kandung korban mendapatkan informasi dari tetangga. Ia lalu membawa adiknya ke kantor polisi dan melaporkan perbuatan keji tersebut. Kejadian terakhir diduga terjadi saat korban duduk di kelas 1 SMA. Korban kini dalam pendampingan psikologis dari Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk TP PKK Kota Padangsidimpuan. Saatnya Negara Hadir: Jangan Biarkan Anak Jadi Korban Lagi Tragedi ini kembali mengingatkan kita bahwa anak-anak, terutama yang kehilangan orang tua, adalah kelompok paling rentan terhadap predator seksual. Mereka butuh perlindungan nyata, bukan hanya dari keluarga, tetapi juga dari negara, aparat, dan masyarakat sekitar. Pencegahan kekerasan seksual terhadap anak harus menjadi prioritas. Sistem pengawasan, edukasi seksual yang sehat, serta keberanian untuk melapor adalah benteng utama untuk melindungi generasi penerus bangsa dari kejahatan serupa. Tidak boleh ada lagi anak yang menjadi korban. Tidak boleh ada lagi predator yang bebas berkeliaran. Jika kamu ingin mengangkat berita ini sebagai kampanye edukatif atau awareness untuk media sosial, saya bisa bantu buatkan narasinya.(Wartabanjar.com/cakapviral.id/berbagai sumber) editor: nur muhammad