“Kalau hidupnya layak dan pendidikan bagus, pasti nggak bakal ambil mangga itu. Silakan nilai sendiri 😢”
“Kenapa nggak dibagi aja ke warga daripada dikubur?”
“Apa nggak bahaya kalau dimakan?”
Aksi ini tidak hanya memunculkan kekhawatiran soal bahaya kesehatan, tapi juga mencerminkan potret memilukan soal kondisi sosial dan ekonomi warga. Banyak netizen menyayangkan kurangnya edukasi dan pengawasan yang membuat masyarakat rela mengambil risiko besar demi mendapatkan buah yang telah terkontaminasi.
Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini. Namun, publik berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali dan ada solusi lebih manusiawi dalam proses pemusnahan barang impor ilegal yang masih layak konsumsi namun berisiko kesehatan tinggi.(Wartabanjar.com/tanahbumbuinfo/berbagai sumber)
editor: nur muhammad

