Oleh karena itu, setiap sekolah dalam program ini akan memiliki “Duta Perda,” yaitu siswa-siswi terpilih yang akan menjadi agen edukasi Perda di lingkungan sekolahnya.
“Banyak anak kita yang belum tahu apa itu Satpol PP dan perannya. Melalui program ini, kita ingin hadir langsung, bukan hanya menegur di lapangan, tapi juga membina dari bangku sekolah,” kata Ananda.
Ia berharap program ini bisa berlanjut ke tingkat SD bahkan PAUD.
Lebih dari sekadar sosialisasi, program ini diharapkan bisa membentuk karakter generasi muda yang taat aturan, tertib, dan punya kesadaran tinggi terhadap peran hukum dalam kehidupan sosial.
“Insya Allah, semakin awal kita tanamkan nilai-nilai ketaatan hukum, maka akan lahir generasi yang lebih tertib dan peduli pada aturan. Ini investasi penting untuk masa depan kota kita,” tutupnya. (Ramadan)
Editor: Yayu







