Petugas Bapas Kelas I Banjarmasin Dianiaya di Kantor, Polisi: Korban Alami Luka Serius
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Insiden mengejutkan terjadi di lingkungan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Banjarmasin. Seorang petugas dilaporkan mengalami tindak penganiayaan brutal oleh seorang warga berinisial MHA, tepat di dalam area kantor pemerintahan tersebut.
Kepala Bapas Kelas I Banjarmasin, Jaya Kartika, memastikan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarmasin Selatan.
“Kami sudah melaporkan kasus penganiayaan ini ke Polsek Banjarmasin Selatan dan saat ini sedang ditangani,” tegasnya saat dikonfirmasi pada Jumat (23/5/2025).
BACA JUGA:Kebakaran Hebat Landa Bumdes di Katingan, Api Masih Berkobar dan Damkar Terkendala Medan Rusak
Dianiaya Saat Menjalankan Tugas di Dalam Kantor
Kejadian mengenaskan itu terjadi pada Senin (19/5/2025) sekitar pukul 10.15 WITA, ketika MHA datang ke kantor Bapas dengan maksud membahas persoalan terkait Y, istrinya yang merupakan pasangan dari seorang mantan narapidana.
Namun pertemuan tersebut berubah menjadi aksi kekerasan. Salah satu petugas Bapas, berinisial AI, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan langsung di dalam ruang kerja instansi.
“Kami mengecam keras tindak kekerasan yang dilakukan terhadap petugas kami, terlebih lagi ini terjadi di dalam kantor pemerintahan. Kami mendukung penuh proses hukum,” ujar Jaya Kartika.
Namun ia menegaskan, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan pelanggaran prosedur oleh pihak internal, pihaknya tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap oknum petugas yang terbukti bersalah.
Polisi: Korban Alami Luka Serius, Terduga Pelaku Masih Diselidiki
Kapolsek Banjarmasin Selatan melalui Kanit Reskrim Iptu Sudirno membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan langsung melakukan proses penyelidikan.
“Laporan sudah kami terima, dan pelapor, yakni saudara AI, sudah kami mintai keterangan. Saat ini kasus dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, diketahui korban mengalami tiga kali pemukulan, menyebabkan luka pecah di bibir atas dan bawah sebelah kiri, sakit pada rahang kiri, serta mengalami sakit kepala dan mual.
“Untuk saat ini terlapor MHA belum diamankan karena masih dalam proses pengumpulan keterangan dan bukti,” tambah Sudirno.
Kasus ini pun menyita perhatian publik, mengingat peristiwa kekerasan terjadi di tengah lembaga resmi pemerintah. Polisi berjanji akan mengusut tuntas insiden ini sesuai hukum yang berlaku.(Wartabanjar.com/kabarbanuakalselofficial/berbagai sumber)
editor: nur muhammad