https://youtube.com/shorts/-9XtN8WBtpc   WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Fakta baru terungkap dalam musibah kejadian longsor Pendulangan Intan tradisional di Jalan Ujung Murung RT 33, RW 11 Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Minggu (18/5/2025) sore. Kapolsek Cempaka, Iptu Ketut Sedemen mengungkapkan, ada enam pekerja yang melakukan pendulangan intan tradisional di tempat kejadian perkara (TKP). Iptu Ketut Sedemen menjelaskan, selain korban Muhammad Humaidi (31), ada lima orang pekerja yang juga menjadi saksi di lokasi kejadian, diantaranya Imas, Lihin, Orong, Dani dan Haris. Ia menambahkan, korban melaksanakan aktivitas penyemprotan tanah mengunakan mesin di TKP. Dari 6 orang itu mereka berbagi tugas. Dua orang mencari butiran intan di posisi atas dan empat orang berada di area pendulangan termasuk korban. Diketahui, empat orang yang berada di bawah masih bertahan dan melaksanakan pengupasan secara manual. Namun, tiba-tiba dari areal pengupasan tanah bagian atas terjadi longsor. Secara spontan para pekerja langsung menghindar. Tetapi korban tidak sempat menghindar dari longsoran tanah dan tertimbun tanah. Kemudian, para pekerja lainnya meminta bantuan kepada warga sekitar untuk melakukan penggalian atau pencarian korban di dalam tanah dengan menggunakan alat secara manual. Korban berhasil dievakuasi pada pukul 18.00 WITA. Atas permintaan keluarga, korban diantar ke rumah duka. Diketahui rumah duka korban di Beruntung Jaya RT 34 RW 11, Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka.(IKhsan) #longsor #pendulanganintan #banjarbaru #wartabanjar