WARTABANJAR.COM, SIDRAP – Warga Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, digemparkan oleh penemuan tiga jenazah yang mengambang di saluran irigasi pada Kamis (15/5/2025). Korban terdiri dari seorang ibu dan dua anaknya yang diduga kuat berasal dari Kabupaten Sinjai. Laporan resmi dari PUSDALOPS BPBD Sidrap mencatat waktu dan lokasi penemuan sebagai berikut: Balita laki-laki ditemukan sekitar pukul 10.26 WITA di Desa Bendoro, Kecamatan Watang Sidenreng. Bayi laki-laki ditemukan sekitar pukul 10.40 WITA di Desa Allakuang, Kecamatan Maritenggae. Seorang wanita dewasa ditemukan sekitar pukul 10.52 WITA di Desa Sereang, Kecamatan Maritenggae. BACA JUGA:GEGER! Emak-emak di Pasuruan Pukul Kepala Begal Pakai Batu Dibungkus Jilbab Meski Kena Bacok Ketiganya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dan hingga kini identitas resmi belum diumumkan oleh pihak berwenang. Diduga Satu Keluarga, Terbawa Arus Irigasi yang Bercabang Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan bahwa ketiga korban kemungkinan besar satu keluarga, dan suami dari korban perempuan disebut bekerja sebagai buruh pabrik gabah di wilayah Sidrap. Belum diketahui pasti penyebab kematian, apakah karena kecelakaan atau ada unsur kesengajaan. Namun, dari hasil penelusuran alur irigasi, pihak BPBD menduga bahwa ketiga korban awalnya berada di lokasi yang sama sebelum kemudian terbawa arus ke saluran irigasi yang berbeda akibat cabang-cabang saluran yang menyebar di wilayah tersebut. “Kalau kami lihat dari peta saluran irigasi, jalurnya bercabang. Ada yang masuk daerah Sereang tembus ke Mojong, dan satu lagi melalui jembatan dekat Tanete Allakuang,” ungkap seorang petugas BPBD Sidrap. Proses Identifikasi Masih Berlangsung Hingga berita ini diturunkan, tim BPBD, kepolisian, dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan dan proses identifikasi terhadap ketiga jenazah. Warga yang merasa kehilangan anggota keluarga di wilayah Sinjai atau sekitarnya diminta segera melapor ke pihak berwenang. Publik Harus Tahu! Bahaya Saluran Irigasi Tak Bisa Dianggap Remeh Kasus ini menjadi pengingat serius bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap bahaya saluran air, khususnya saluran irigasi yang dalam dan bercabang. Terlebih lagi bagi keluarga dengan anak kecil, pengawasan ketat sangat penting untuk menghindari musibah tragis seperti ini.(Wartabanjar.com/terkinidotid/terkinidotid/berbagai sumber) editor: nur muhammad