Langit Kashmir Membara! India Gempur Pakistan, 5 Jet Tempur Ditembak Jatuh, Dunia di Ambang Krisis Nuklir?
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM - Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memuncak setelah India meluncurkan serangan udara ke sembilan lokasi di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan pada Rabu dini hari (7/5/2025). Operasi militer yang diberi nama "Operasi Sindoor" ini merupakan respons atas serangan teroris di Pahalgam, Kashmir, pada 22 April 2025, yang menewaskan 26 wisatawan, sebagian besar warga India.
Target dan Dampak Serangan
Menurut Kementerian Pertahanan India, serangan tersebut menargetkan infrastruktur yang diklaim sebagai pusat perencanaan aksi teror, termasuk kamp pelatihan dan fasilitas komunikasi milik kelompok militan seperti Jaish-e-Mohammed dan Lashkar-e-Taiba. India menegaskan bahwa serangan ini bersifat terfokus dan tidak menyasar fasilitas militer Pakistan .
Namun, pihak Pakistan melaporkan bahwa serangan tersebut mengenai area sipil, termasuk dua masjid di wilayah Bahawalpur dan Muzaffarabad, yang menyebabkan setidaknya delapan orang tewas, termasuk seorang anak, dan 35 lainnya luka-luka.
BACA JUGA:Mobil Hitam Terjun Bebas di Tikungan Telaga Bajang Palangka Raya, Begini Kondisi Sopirnya
Militer Pakistan mengklaim telah menembak jatuh lima jet tempur India, termasuk tiga Rafale, satu MiG-29, dan satu SU-30, yang semuanya ditembak saat mencoba melancarkan serangan udara dari wilayah udara India . Selain itu, Pakistan juga melaporkan bahwa serangan balasan mereka menyebabkan tiga warga sipil India tewas akibat tembakan artileri di wilayah Kashmir yang dikuasai India.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengecam serangan India sebagai "tindakan perang" dan berjanji akan memberikan respons yang kuat. Sementara itu, komunitas internasional, termasuk Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyerukan kedua negara untuk menahan diri dan menghindari eskalasi lebih lanjut .
Situasi Terkini
Situasi di perbatasan India-Pakistan tetap tegang, dengan laporan adanya peningkatan aktivitas militer di sepanjang Garis Kontrol (LoC). Beberapa wilayah di kedua sisi perbatasan mengalami pemadaman listrik dan gangguan komunikasi. Pemerintah Pakistan telah mengumumkan keadaan darurat di beberapa wilayah, termasuk Punjab, dan menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil.
Dengan kedua negara yang memiliki senjata nuklir, komunitas internasional terus memantau situasi dengan cermat dan mendorong dialog untuk meredakan ketegangan.(Wartabanjar.com/The Guardian/DIE WELT/okezone/berbagai sumber)
editor: nur muhammad