WARTABANJAR.COM, BANTEN – Dunia pendidikan di Kabupaten Lebak, Banten, mendadak gaduh setelah viral video Kepala SDN 2 Pasir Tangkil, Fifi Siti Rofikoh, yang meminta orang tua murid mengganti meja dan kursi sekolah yang rusak. Peristiwa ini membuat Bupati Lebak, Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya, turun langsung untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Viralnya kasus ini bermula saat Arta Grave Monica (35), orang tua murid kelas IV, membagikan keluhannya ke media sosial. Ia mengaku diminta membayar ganti rugi atas meja dan kursi yang diduga rusak oleh anaknya. BACA JUGA: Kepala Sekolah Berkilah: "Untuk Efek Jera" Dalam pertemuan langsung dengan Bupati Hasbi, Kepala Sekolah Fifi Siti Rofikoh mengungkapkan alasannya. Ia mengaku sudah kesal karena peralatan sekolah sering rusak akibat ulah siswa. "Buat efek jera, Pak, biar anaknya tidak nakal lagi," ujar Fifi di hadapan Bupati. "Saya sudah sering menasihati, tapi tetap saja meja dan kursi rusak," tambahnya. Namun, Bupati Hasbi dengan tegas menilai tindakan kepala sekolah tersebut keliru. Ia menegaskan bahwa orang tua murid tidak boleh dibebani biaya ganti rugi fasilitas sekolah, apa pun alasannya. Netizen Murka: Serukan Pemecatan! Aksi Bupati Hasbi yang cepat turun tangan mendapat pujian luas dari netizen. Sementara itu, Fifi Siti Rofikoh menuai hujan kritik dan kemarahan dari warganet yang geram melihat perlakuannya terhadap wali murid. Berikut beberapa komentar pedas dari netizen: "Pecat saja, Pak! Tidak layak jadi kepala sekolah." "Respect untuk Bupati, gercep banget! 🔥" "Malu sendiri sekarang, sudah mempermalukan wali murid di grup WhatsApp." "Ibu ini amat sangat tidak bijaksana. Copot jabatannya!" "Kenapa bisa jadi kepala sekolah dengan sikap seperti itu?🙃" "Level literasi kepseknya rendah, copot saja!" Tak sedikit pula warganet yang menyindir Kepala Sekolah Fifi karena dianggap menunjukkan sikap tidak komunikatif dan mempermalukan orang tua siswa di ruang publik. Bupati Tegas: Tidak Ada Beban Biaya untuk Orang Tua Bupati Moch Hasbi menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dunia pendidikan di Lebak. Ia memastikan bahwa seluruh fasilitas sekolah adalah tanggung jawab pemerintah, bukan beban wali murid. "Tidak ada yang namanya orang tua siswa harus mengganti meja atau kursi sekolah. Ini tugas pemerintah," tegasnya. Insiden ini menjadi peringatan keras agar pihak sekolah lebih bijaksana dalam menyelesaikan masalah internal, tanpa mengorbankan kepercayaan dan kenyamanan orang tua murid.(Wartabanjar.com/unikinfold/berbagai sumber) editor: nur muhammad