WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Suasana penuh semangat dan kreativitas mewarnai peringatan Hari Kartini ke-146 di Kabupaten Tanah Laut yang digelar meriah di Gedung Parikesit Kodim 1009/Tanah Laut, Sabtu (19/04/2025). Dengan mengusung tema "Kartini Masa Kini Lawan Stunting dengan Pengetahuan dan Kepedulian", para perempuan dari berbagai organisasi se-Tala bersatu dalam aksi nyata: menunjukkan bahwa semangat emansipasi tak hanya dikenang, tetapi dihidupkan kembali lewat gerakan bersama. 64 Perempuan Unjuk Gigi dalam Lomba Kreatif Ketua TP PKK Tanah Laut, Hj. Dian Rahmat Trianto secara resmi membuka acara, seraya menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk mencetak generasi unggul melalui peran aktif perempuan. “Peringatan Hari Kartini seharusnya menjadi pemicu semangat bagi para perempuan untuk berkontribusi nyata, khususnya dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas generasi penerus,” tegas Hj. Dian dalam sambutannya. Sebanyak 64 peserta ambil bagian dalam empat jenis lomba kreatif, mulai dari: Lomba Desain Baju Sasirangan Muslimah Lomba Desain Baju Sasirangan Resmi Lomba Membuat dan Menghias Kue Gurih Lomba Membuat dan Menghias Kue Manis Melalui lomba ini, para Kartini Tanah Laut menunjukkan kepedulian terhadap isu gizi dan kesehatan anak, dengan memanfaatkan kreativitas sebagai senjata utama. BACA JUGA:HEBAT! Partisipasi Pemilih di Guntung Paikat Tembus 70 Persen, Suasana PSU Banjarbaru Kondusif Dari Fashion Hingga Dapur Hj. Dian menekankan pentingnya peran ibu di era digital sebagai pendidik utama dalam keluarga. Menurutnya, perempuan masa kini harus cerdas, kreatif, dan peduli terhadap tumbuh kembang anak, terutama dalam menghadapi tantangan stunting yang masih menjadi isu nasional. “Tema ini sangat relevan. Para ibu harus punya pengetahuan dan kepedulian yang tinggi untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berkualitas,” ungkapnya. Tak hanya sebagai ajang lomba, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat solidaritas antarorganisasi perempuan di Tanah Laut. “Ajang ini bukan soal menang atau kalah. Semua adalah pemenang karena kita berhasil menumbuhkan kreativitas dan semangat kebersamaan,” tutur Hj. Dian penuh haru. Dewan Juri Profesional, Penilaian Ketat dan Objektif Dalam lomba busana, hadir tiga juri profesional: Fahrurazi dari MPGI Robby Iskandar dari Dewan Kesenian Tala Ari Miswan dari SMKN 1 Pelaihari Sementara itu, penjurian kudapan dilakukan oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, serta pelaku usaha katering lokal yang berpengalaman. Lewat momentum ini, para perempuan Tanah Laut membuktikan bahwa semangat Kartini tak pernah padam. Kini, mereka hadir sebagai agen perubahan, melawan stunting dengan cara yang inspiratif—melalui karya, rasa, dan gaya yang membanggakan.(Wartabanjar.com/Gazali) editor: nur muhammad