Proyek Cetak Sawah 1 Juta Hektare di Wanam Merauke Menunjukkan Progres Menggembirakan
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, MERAUKE - Proyek cetak sawah 1 juta di Distrik Ilwayab Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, menunjukkan progres menggembirakan.
Hingga 18 April 2025, proyek yang bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan (food estate) Presiden Prabowo Subianto itu terlihat kemajuannya.
Tanamam padi yang kini sudah mulai berbuah di area percontohan sawah baru.
Bahkan di beberapa bidang area ada yang sudah menguning dan tidak lama lagi siap dipanen.
Tidak hanya itu, pembangunan pelabuhan, yang nantinya mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian lahan 1 juta hektare, telah juga berprogres baik.
Puluhan tiang pancang kembali ditancapkan untuk kelanjutan penyelesaian pelabuhan.
Sejumlah alat berat dan tongkang berukuran super jumbo juga terlihat bekerja untuk mempercepat penyelesaian pembangunan pelabuhan.
Dalam rangka mendukung percepatan proyek ini, juga telah dibangun area
stockpile material dan camp project.
Kunjungan Mentan, Menkeu dan Menhan
Di penghujung Februari 2025 tadi, proyek Food Estate Merauke Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membawa Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninjau proyek tesebut.
Turut serta pada kunjungan yang dilaksanakan, Kamis, 27 Februari 2025, itu Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn) Syafrie Syamsuddin, Wakil Kepala Staf TNI AD Letnan Jenderal Tandyo Budi, dan Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal Richard T.H. Tampubolon.
Dalam kesempatan itu, Mentan Amran Sulaiman mengatakan menganggarkan Rp 15 triliun untuk program swasembada pangan.
Dana itu salah satunya akan digelontorkan untuk mendukung proyek food estate di Merauke.
Proyek ini mencakup optimasi lahan (oplah) dan ekstensifikasi lahan di lumbung pangan seluas 1 juta hektare itu.
Amran Sulaiman mengatakan, saat ini proyek food estate di Merauke terus dipercepat.
Pada awal 2025, pemerintah membidik 100 ribu hektare cetak sawah baru ditambah 300 ribu hektare optimasi lahan secara nasional.
Saat ini, dari potensi 1,2 juta hektare lahan pertanian di Merauke, pemerintah telah mengoptimalisasi lahan seluas 40 ribu hektare.
Optimasi lahan diproyeksikan mendongkrak indeks tanam menjadi 2-3 kali setahun dan produktivitas rata-rata naik menjadi 6-7 ton per hektare.
“Alat dan mesin pertanian dalam jumlah yang besar secara bertahap (akan membantu petani) mengelola lahan di sini, juga bantuan benih unggul, pupuk subsidi, serta BBM bersubsidi pertanian,” ujar Mentan.
Amran Sulaiman menambahkan, proyek food estate juga membuka peluang ekonomi bagi warga setempat melalui program brigade pangan.
Diungkapkan Mentan, banyak anak muda Papua kini memperoleh penghasilan hingga Rp 20 juta per bulan melalui program ini.
Hal ini, ujar dia, menjadikan sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda di Papua Selatan.
“Ke depan, Wanam akan kami siapkan menjadi salah satu lumbung pangan terbesar, bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia. Dengan modernisasi pertanian dan tata kelola irigasi yang baik, lahan ini akan semakin produktif dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Amran Sulaiman.
Dengan kehadiran Sri Mulyani, Amran Sulaiman menegaskan, dukungan anggaran negara untuk cetak sawah dan irigasi merupakan faktor kunci dalam percepatan proyek ini.
Lahan oplah telah menghasilkan panen dua kali setahun. Selanjutnya, ia akan mengejar progres cetak sawah.
"Kami akan percepat agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor pangan. Lahan ini adalah masa depan pangan Indonesia, bahkan dunia,” ujar Mentan. (Erna Djedi)