WARTABANJAR.COM – Sebuah video yang menampilkan lantunan azan dengan irama tak biasa mendadak viral di media sosial dan disukai 43.232 orang. Kali ini, muazin bertubuh besar asal Hawaii, Amerika Serikat mencuri perhatian warganet dengan suaranya yang merdu dan gaya azan yang unik. Video tersebut awalnya diunggah oleh akun TikTok @yuliseperi, kemudian kembali disebarluaskan oleh akun Instagram @likein_bandung, dan langsung menyita perhatian jagat maya. Dalam video berdurasi singkat itu, sang muazin melantunkan azan dengan nada khas yang menyerupai alunan musik klasik, menghadirkan nuansa khusyuk dan berbeda dari yang biasa terdengar di negara-negara Muslim. Warganet pun ramai-ramai memberikan pujian. Banyak yang mengaku tersentuh dan merinding mendengar lantunan azan tersebut. “MasyaAllah sebelum Adzan pun, di dalam masjid sudah sangat Ramai,” tulis salah satu pengguna Instagram. Fenomena ini dianggap sebagai simbol keberagaman dalam Islam yang mampu menyentuh hati umat, meski hadir dengan ciri khas budaya masing-masing wilayah. Azan unik dari Hawaii ini menjadi pengingat bahwa keindahan Islam dapat ditemukan di mana saja, tak terbatas pada tempat maupun cara penyampaian. BACA JUGA:Dituding Cekik Pramugari, Anggota DPRD Sumut Megawati Klarifikasi: “Saya Tidak Pernah Berniat Mencekik Orang” Berikut adalah gambaran perkembangan Islam di Hawaii hingga tahun 2025: Jumlah dan Keberagaman Komunitas Muslim Hawaii memiliki sekitar 5.000 Muslim, yang mencakup kurang dari 1% dari total populasi negara bagian tersebut. Komunitas ini sangat beragam, terdiri dari individu yang berasal dari 42 negara berbeda, termasuk Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara. Banyak di antaranya adalah warga negara Amerika Serikat yang lahir di Hawaii. ​ Sejarah dan Kehadiran Masjid Kehadiran Islam di Hawaii telah ada selama lebih dari satu abad. Organisasi Muslim pertama, yaitu Muslim Students’ Association of Hawaii, didirikan pada tahun 1979, meskipun aktivitas keagamaan sudah berlangsung sejak tahun 1968. Masjid Mānoa di Lembah Mānoa, Oʻahu, merupakan satu-satunya masjid di Hawaii dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta sosial bagi komunitas Muslim setempat. ​ Tantangan Komunitas Muslim Komunitas Muslim di Hawaii hidup berdampingan dengan masyarakat multikultural lainnya. Namun, mereka menghadapi tantangan dalam membangun kesatuan komunitas (ummah) lokal, terutama karena perbedaan budaya dan bahasa di antara anggota komunitas yang berasal dari berbagai latar belakang. ​ Pengakuan dan Kontribusi Islam Pada tahun 2009, legislatif Hawaii menetapkan 24 September sebagai "Islam Day" untuk mengakui kontribusi Islam dalam bidang keagamaan, ilmiah, budaya, dan seni. Selain itu, Shangri La, sebuah museum di Honolulu, menampilkan lebih dari 2.500 karya seni Islam dan menjadi pusat pembelajaran budaya Islam di Hawaii. ​ Universitas Hawaii di Mānoa menawarkan program Sertifikat Studi Islam melalui Departemen Filsafatnya, menunjukkan adanya minat akademis terhadap studi Islam di Hawaii. ​(Wartabanjar.com/Wikipedia/scholarlypublications.universiteitleiden.nl/likein_bandung) editor: nur muhammad