WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Peggy Melati Sukma yang kini sudah tak lagi aktif di dunia hiburan dan memilih menjadi pendakwah di Selandia Baru, menceritakan pengalamannya menyebarkan Islam di negara tersebut. Tak cuma di Selandia Baru, dia bahkan ke beberapa negara lainnya untuk menyiarkan Islam. Dalam tayangan bincang-bincang di saluran YouTube Shireen Sungkar belum lama ini, Peggy mengatakan bukan urusan mudah untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara dalam rangka menyiarkan ajaran Islam. "Ketika dakwah keliling ke berbagai negara, itu bukan cuma 'Oh enak ya, bisa pergi ke berbagai negara itu,'. Oh tidak, it's not lika that (tidak seperti itu)," ungkap Peggy Melati Sukma di siaran tersebut, dikutip Senin (14/4/2025). Mantan artis berusia 48 tahun itu lantas mengungkapkan hal-hal kurang menyenangkan yang ia alami saat menyiarkan Islam ke berbagai negara, di antaranya adalah ia pernah nyaris menjadi tabrak lari oknum yang membenci Islam. Tak hanya itu, dia bahkan pernah dilempari kaleng bir dan dikejar orang tak dikenal. Bahkan, ketika di bandar udara di luar negeri ia pernah ditahan di ruangan kosong karena pakaiannya. "Aku nggak menyebutkan negaranya ya, aku pernah dakwah dilempar pakai kaleng bir, pas di jalan itu pernah dikejar orang, mau ditabrak pakai mobil, karena pakaiannya tertutup, kemudian di bandara ditahan, dimasukkan ke ruangan kosong," ungkap Peggy. "Dan barang aku semua diambil (termasuk ponsel), dan aku nggak bisa menghubungi siapapun. Pernah ditahan di perbatasan negara, itu mengalami macam-macam hal," sambungnya. BACA JUGA: Banjir Rob di Pesisir Kalsel Mulai Jam 6 Pagi Namun, semua pengalaman buruk tersebut tak membuat Peggy gentar untuk terus berdakwah ke berbagai negara. Pasalnya, ia percaya bahwa Allah pasti akan menolong umat-Nya yang menyiarkan kebaikan. "Jadi ketika Allah tempatkan aku di sana, aku jadi lebih memahami lagi bahwa, ya sudah, berserah saja kepada Allah, kalau niatnya menolong urusan agama Allah, Allah pasti akan tolong, jadi kekuatan itu Alhamdulillah sudah Allah titipkan dalam perjalanan panjang tersebut," katanya. Dia bersyukur, suaminya, yaitu Syekh Reza Abdul Jabbar, selalu mendukungnya. Prinsip suaminya menguatkannya yaitu Dakwah Till Last Breath (Dakwah sampai napas terakhir). (yayu) Editor: Yayu