Dokter Anastesi Terduga Pelaku Rudapaksa Penunggu Pasien Diungkap Drg Mirza
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM - Terduga pelaku dokter anastesi yang rudapaksa penunggu pasien di rumah sakit diungkap akun drg Mirza, Rabu (9/4).
Disebutkan salah satu terduga pelaku berstatus sudah menikah.
"Setelah ngeliat foto terduga pelakunya, aku kaget. Aku cuma pengen bilang:
Minimal ngaca dan bersyukur mas, udah punya istri cantik gitu kok masih mesum ajaaa.!!."
Ia pun berpesan kepada dokter residen agar bertingkah laku baik dan menjaga moral. Sebab profesi dokter saat ini disorot.
Baca Juga
Viral! Sosok Walid di Serial Bidaah Dongkrak Tayangan VIU Tembus 1 Miliar Penonton
"Hai adik2 dokter residen, aku mau pesen aja nih. Kalian itu sedang disorot dari berbagai
penjuru mata angin semenjak kasus di semarang tahun lalu.
Jadiii kembalilah sekolah yg bener2 aja, fokus pada keilmuan dan kelulusan. Gak usah bertingkah aneh2, karena sangat mudah sekali viral dan SELESAI masa depanmu menjadi dokter spesialis.
Memang tidak bisa di generalisir bahwa semua residen/ppds bertingkah dan
melakukan tindakan amoral, karena banyak yg sekolah dengan lurus2 aja
kemudian lulus menjadi dokter spesialis.
Nah bagi yg aneh2, ya maaf aja niiihhh aku viralkan yaaa. Dan aku tidak bisa disogok/dipaksa bungkam apalagi utk hal yg begini, mencoba menyogokku artinya malah
makin cepat tak viralkan. Karena makhluk tidak bermoral tidak pantas menjadi dokter spesialis, kasian pasien2nya."
Sebelumnya aksi bejat dokter anastesi di sebuah rumah sakit viral di media sosial. Dokter anastesi diduga rudapaksa penunggu pasien.
Kisah ini dibagikan akun dokter Mirza dan pppdsgram hingga menghebohkan jahat maya.
Dalam unggahan, ada dua dokter anastesi merudakpaksa penunggu pasien dengan cara menyuntikkan obat bius.
Terdapat bukti kamera CCTV saat aksi bejat dilakukan.
"Assalamualaikum dok,
Izin saya mendapat informasi bahwa ada 2 Residen Anestesi PPDS melakukan pemerkos*an kepada penunggu pasien dengan menggunakan obat bius.
(Terdapat bukti CCTV lengkap). Keluarga pasien menuntut secara hukum kepada 2 Residen."
Dalam kronologi yang dibagikan korban menunggu ayahnya yang dirawat di ruang ICU dan memerlukan kantong darah.
Pelaku memanfaatkan situasi dan membawa korban ke lantai 7 rumah sakit dan melakukan tindakan hingga korban tak sadarkan diri.
Korban tersadar saat merasa kemaluannya sakit dan akhirnya melakukan visum. Dari hasil visum, korban ditemukan sperma.
"Jadi ada pasien bapa bapa dirawat di ICU, ditungguin sama anaknya (cewe). Pasiennya pre op, perlu darah. Nah, sama si pelaku di tawarin ke anak pasien, cross matchnya saya aja biar cepet proses nya.
Dibawa lah pasien ke gd MCHC It 7. Wicis gedung baru. Lantai 7 nya masih kosong.
Di lantai 7, korban disuruh ganti
baju pake baju pasien. Trs dipasang akses IV. Menurut w pasiennya juga ga paham sih prosedur crosmatch kek gmn makannya manut manut wae. Trs dimasukin midazolam Trs terjadi. Kejadiannya sekitar tengah malem."
(atoe)
Editor Restu