Gempa Mematikan Myanmar: Jumlah Korban Tewas Terus Bertambah, Kini 2.719 Orang

Kerusakan Infrastruktur Meningkatkan Keparahan Krisis

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 10.000 bangunan rusak akibat gempa. Banyak gedung dalam tahap pembangunan, termasuk gedung bertingkat, hancur dan menimbulkan banyak korban jiwa di kalangan pekerja konstruksi.

Di Mandalay, tim penyelamat telah berhasil menyelamatkan 403 orang, dan sejauh ini, 259 jenazah ditemukan. Kejadian tragis juga menimpa sebuah biara, di mana 50 biksu Buddha yang sedang mengikuti ujian agama tewas, dan 150 lainnya masih terperangkap di bawah reruntuhan.

Bantuan Internasional Terhambat

Bantuan internasional mulai berdatangan, namun upaya penyelamatan terkendala oleh kurangnya peralatan berat di beberapa lokasi. Di Naypyitaw, relawan membentuk rantai manusia untuk mengeluarkan puing-puing dengan tangan kosong.

Tim penyelamat dari Tiongkok telah berhasil menyelamatkan empat orang dari reruntuhan sebuah kompleks apartemen, termasuk seorang anak berusia 5 tahun dan seorang perempuan hamil yang terjebak lebih dari 60 jam.

Berbagai negara, termasuk Rusia, Tiongkok, India, Uni Emirat Arab, dan sejumlah negara Asia Tenggara, telah mengirimkan tim relawan untuk membantu. Selain itu, banyak negara juga menjanjikan bantuan materiil senilai jutaan dolar AS untuk membantu pemulihan di Myanmar pasca-gempa.(Wartabanjar.com/Beritasatu.com)

editor: nur muhammad