WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong swasembada pangan, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Martapura Timur menggelar pembentukan Brigade Pangan di Aula BPP Martapura Timur, Senin (24/3/2025). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk melibatkan petani, perangkat desa, dan pemangku kepentingan dalam mendorong sistem pertanian yang lebih modern dan terorganisir. Plt. Kasi Penyelenggaraan Penyuluhan Distan, Marlena menyampaikan bahwa Brigade Pangan ini dirancang sebagai langkah inovatif untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberdayakan generasi muda. "Brigade Pangan menjadi wadah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus regenerasi petani, dengan harapan para petani khususnya generasi milenial, dapat berperan aktif dalam program ini dan menjadi pelopor inovasi dalam sektor pertanian," ujar Marlena. Ia juga menjelaskan, mekanisme operasional Brigade Pangan yang dirancang ini untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan lahan. BACA JUGA: Bacaan Doa Saat Pergi Mudik Lebaran Idul Fitri Setiap 200 hektar lahan sawah akan dikelola oleh 15 orang dalam satu manajemen, sehingga mempermudah pengawasan dan pelaksanaan teknologi pertanian modern. "Dengan sistem manajemen yang terorganisir, Brigade Pangan akan mampu menghasilkan panen yang lebih maksimal dan mengoptimalkan sumber daya yang ada," tambah Marlena lagi. Dalam kegiatan sosialisasi ini, Akhmad Subhan dari Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kalimantan Selatan turut memaparkan pentingnya penggunaan instrumen pertanian yang sesuai standar dalam mendukung efektivitas kerja Brigade Pangan. Menurutnya, alat pertanian modern yang berkualitas akan meningkatkan efisiensi kerja serta hasil panen. "Dengan adanya standardisasi instrumen pertanian, kita dapat memastikan bahwa teknologi yang digunakan mendukung produktivitas secara optimal," jelas Akhmad. Kegiatan ini juga diisi juga dengan diskusi interaktif antara peserta dan pemateri. Para petani, perangkat desa, dan pemangku kepentingan lainnya aktif menyampaikan pandangan mereka terkait implementasi Brigade Pangan di lapangan. Diskusi ini memberikan banyak masukan berharga yang akan digunakan untuk meningkatkan pelaksanaan program ke depannya. Di akhir kegiatan, pengurus Brigade Pangan yang baru dibentuk diberikan arahan tentang tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjalankan program ini. Mereka juga diberikan motivasi untuk terus berinovasi dalam mengelola lahan pertanian agar hasilnya produksi dapat meningkat secara signifikan. Sosialisasi pembentukan Brigade Pangan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, menunjukkan sinergi yang kuat dalam mendukung pembentukan Brigade Pangan tersebut. Tokoh-tokoh penting itu selaian Akhmad Subhan dari Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kalimantan Selatan dan Plt. Kasi Penyelenggaraan Penyuluhan Distan Marlena, juga ada Camat Martapura Timur Sonwani, Danpos dan Babinsa, Pambakal, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), PP Swadaya Martapura Timur, pengurus Brigade Pangan yang baru dibentuk, serta Ketua Gapoktan Desa Akar Begantung. (mc banjar) Editor: yayu