UL juga menambahkan bahwa pelaku baru satu malam menginap di kost tersebut. “Dia bertingkah aneh, berhalusinasi, mondar-mandir di sekitar kos, bahkan sempat mengaku sebagai Tuhan. Saya kurang tahu pasti penyebabnya,” tuturnya didampingi rekannya, MR.
Penyanderaan dan Serangan dengan Parang
Ternyata, ER tidak hanya mengamuk, tetapi juga menyandera RI dan RE. Pelaku mengunci pintu kost dan menyembunyikan kuncinya, membuat para korban tidak bisa melarikan diri. Selain itu, ER juga menyerang mereka dengan sebilah parang, yang menyebabkan salah satu korban mengalami luka di jempol tangan.
Saat pagi menjelang, ER keluar dari kamar kost dalam keadaan setengah telanjang dan bertingkah semakin aneh. Hal ini membuat para tetangga resah dan akhirnya mengeroyok pelaku hingga berhasil diamankan.
Sementara itu, pacar pelaku, TI, berhasil melarikan diri dan hingga kini belum diketahui keberadaannya. Pihak Polresta Palangka Raya sendiri masih belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini.(Wartabanjar.com/@kaltengundercover)
editor: nur muhammad







