WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Empat dari enam korban meninggal dunia dalam kecelakaan bus umrah di jalan antara Madinah-Makkah diketahui merupakan satu keluarga. Empat orang tersebut, merupakan warga Vila Pinus, PUdak Payung, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. Mereka adalah pasangan suami istri M Dawam Mahmud (49) dan Sumarsih (45) beserta dua putrinya, Areline nawallya Adam (22) dan Audrya Malika Adam (16). Korban dikenal sosok religius dan menjadi sering memberi motivasi kepada warga untuk berbuat kebaikan dan hidup sehat. Kakak ipar Dawam, Erma Rudita (58) mengatakan pihaknya sudah dihubungi Kementerian Luar Negeri dan KBRI, untuk menyiapkan dokumen yang dibutuhkan mengurus jenazah. "Dimakamkan di sana (Arab). Kami sudah urus suratnya. Kami sekeluarga kemudian ikhlas, dimakamkan di sana," kata Erma, Sabtu (22/3/2025) dilansir lambegosiip. Baca juga: Aksi Licik ART Tukar Jam Tangan Majikan Seharga Rp3 Miliar dengan Jam Beli di Online, Dijual Rp550 Juta! Kronologis Sementara itu dikutip wartabanjar.com dari website resmi Kemenag, Konsul Jenderal RI di Jeddah Yusron Ambari menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan dari Kepolisian Lalu Lintas Provinsi Mekkah dengan nomor 6003847369. Dijelaskan, kecelakaan terjadi ketika sebuah Jeep Land Cruiser double cabin yang melaju dari arah berlawanan melewati median jalan dan bertabrakan dengan bus yang mengangkut jamaah umrah asal Indonesia. Benturan tersebut menyebabkan bus terguling, dan kedua kendaraan terbakar. Baca juga:PILU! Gadis Cantik Sales Mobil Dirudapaksa Lalu Dibunuh Tukang Kanopi Rumahnya, Ditemukan Sudah Jadi Kerangka Jeep dengan plat nomor Qatar tersebut dikemudikan oleh seorang warga negara Pakistan dengan seorang penumpang warga negara Bangladesh. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian. "Dengan demikian, terdapat koreksi dari informasi sebelumnya, yang semula menyebutkan bahwa bus menabrak jeep yang menyalip, serta bahwa korban tewas di dalam jeep adalah dua warga negara Bangladesh," sebut Yusron dalam keterangan pers nya, Sabtu (22/3/2025). Terkait korban wafat, Yusron menjelaskan bahwa seluruhnya ada enam jemaah asal Indonesia yang meninggal. Dari jumlah itu, empat korban meninggal merupakan satu keluarga, yaitu: Dawam Mahmud (ayah), Sumarsih Djarudin (ibu), serta dua putrinya Areline Nawallya Adam dan Audrya Malika Adam. Baca juga:Aksi Biadab OPM Bunuh dan Aniaya Guru serta Nakes, Pelakunya Kelompok Elkius Kobak "Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah berkomunikasi dengan keponakan almarhum Dawam Mahmud, dan pihak keluarga telah meminta agar seluruh jenazah dimakamkan di Arab Saudi," sebut Yusron. Dua korban meninggal yang lain adalah Eny Soedarwati dan Dian Novita. Almarhumah Eny Soedarwati juga telah mendapatkan persetujuan dari pihak keluarga untuk dimakamkan di Arab Saudi. Adapun almarhumah Dian Novita, keputusan mengenai lokasi pemakamannya masih dalam pembahasan pihak keluarga. "KJRI Jeddah telah mendapatkan jaminan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi bahwa proses pemulsaran jenazah akan dipercepat," tegas Yusron. (Erna Djedi)