perubahan dalam pelaksanaan tradisi ini, yang kini sering menggunakan sound system bising.
Ia mengapresiasi lomba ini sebagai langkah untuk mengembalikan esensi Bagarakan Sahur dengan penggunaan alat musik tradisional.
“Melalui lomba ini, kita ingin anak-anak muda generasi penerus mengenal dan mencintai budaya lokal agar tradisi ini tidak punah,” tambahnya. (Erna Djedi/mc)