Insiden tragis ini terjadi saat latihan rutin pada Rabu (5/3/2025) pukul 15.30 WIB di Stadion Jatidiri. Latihan tersebut diikuti oleh 11 atlet Taekwondo PPLOP dan dipandu tiga pelatih.
Para atlet diminta menjalani latihan lari endurance menggunakan aplikasi Strava dengan target 4 menit per putaran, yang harus diulang tiga kali. Namun, karena banyak atlet yang sedang berpuasa, target waktu tersebut tidak tercapai. Pelatih kemudian mengganti latihan menjadi lari interval dengan target waktu yang sama.
Menjelang waktu berbuka, latihan tetap berlanjut tanpa jeda. Akibatnya, tiga atlet mengalami kelelahan dan pingsan, termasuk Agil. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
PBTI telah mengirimkan tim khusus untuk menyelidiki penyebab kematian Agil guna memastikan tidak ada unsur kelalaian dalam peristiwa ini.(Wartabanjar.com/@peristiwakotasolo)
editor: nur muhammad







