Koordinator aksi, Syamsul Rizal, menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal kebijakan ini dan tidak akan tinggal diam jika demokrasi terancam.
“Ini bukan hanya perjuangan mahasiswa, tetapi juga perjuangan seluruh rakyat Indonesia. Kami tidak ingin sejarah kelam masa lalu terulang kembali!” tegasnya.
Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa mahasiswa tetap berdiri di garis terdepan dalam menjaga demokrasi dan menolak segala bentuk dominasi militer dalam pemerintahan sipil.
Akankah suara mahasiswa didengar? Semua mata kini tertuju pada DPRD Kalsel. (Ramadan)
Editor: Yayu







