WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Mengusung semangat Ramadhan yang membara, Pesantren Kilat Ramadhan ke-10 di Banjarmasin sukses memikat 195 santri dan santriwati dari Persatuan Santri Remaja Kota Banjarmasin (Pres Af BMAS) dalam rangkaian kegiatan yang penuh inspirasi dan kebersamaan. Program unggulan yang kini memasuki angkatan ke-10 ini menghadirkan momentum berharga untuk berbagi ilmu dan membangun karakter positif. Santri yang mondok di Pesantren Al Falah tampil antusias menyemarakkan kegiatan, tak hanya sebagai peserta aktif, tetapi juga sebagai agen perubahan bagi masyarakat. Pengasuh Pres Af BMAS, Masriah, mengungkapkan bahwa partisipasi tidak terbatas pada santri aktif saja. Sebanyak 21 alumni yang kini menempuh pendidikan di Universitas Islam turut ambil bagian dalam momen bersejarah ini. BACA JUGA:Pasantren Kilat Al Falah Banjarmasin Jadi Inspirasi Spiritual Anak Lewat Ilmu Agama Selama tiga hari pertama, para peserta akan menggelar pengajaran di sekolah dasar yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. “Mereka akan menyampaikan ilmu dengan penuh dedikasi, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebajikan kepada generasi penerus bangsa,” ujar Masriah usai pembukaan resmi di Balai Kota Banjarmasin pada Sabtu (8/3/2025). Mekanisme penempatan santri pun telah diatur secara profesional. Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin bertanggung jawab atas pembagian jumlah peserta, dengan masing-masing sekolah menerima antara 7 hingga 10 santri sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing lembaga pendidikan. Salah satu santri, Atha’illah Noor, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar tentang penyampaian ilmu. “Insya Allah, kami juga mengajak adik-adik untuk sholat dhuha, tadarus, membaca Asmaul Husna, serta melaksanakan berbagai aktivitas positif lainnya,” ujarnya dengan semangat yang menular. Dengan antusiasme yang luar biasa dan kepedulian sosial yang tinggi, Pesantren Kilat Ramadhan ke-10 diharapkan akan terus berkembang dan memberikan dampak positif yang luas bagi kemajuan pendidikan serta pembentukan karakter anak bangsa.(Wartabanjar.com/Ramadan Anwar) editor: nur muhammad