Menurut Haedar, Muhammadiyah telah aktif mensosialisasikan kalender Islam global ini dan menargetkan penerapannya mulai tahun depan.
“PP Muhammadiyah akan terus melakukan sosialisasi baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ungkapnya.
Sebagai langkah konkret, Muhammadiyah akan membentuk tim khusus yang bertugas menjalin komunikasi dengan berbagai pihak di dalam dan luar negeri demi merealisasikan penerapan kalender global ini.
Haedar juga menekankan bahwa inisiatif ini bukan hanya gagasan Muhammadiyah semata, melainkan merujuk pada hasil pertemuan cendekiawan Muslim di Turki pada 2017.
“Kami merujuk pada hasil pertemuan di Turki tahun 2017 yang merekomendasikan penggunaan kalender Islam global tunggal yang bisa disepakati bersama,” pungkasnya.
Dengan adanya upaya ini, Muhammadiyah berharap umat Islam di seluruh dunia dapat memiliki satu sistem penanggalan yang seragam sehingga tidak lagi terjadi perbedaan dalam penentuan awal bulan hijriah di masa depan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad