Oleh sebab itu, PWI berpendapat hendaknya Presiden Prabowo dan semua pemangku kepentingan memanfaatkan ‘panggung’ yang disediakan HPN 2025 untuk menyampaikan program ketahanan pangan secara tuntas kepada insan pers.
Menurut Hendry, program ini meliputi banyak aspek, mulai penyiapan lahan, benih, pupuk hingga isu yang terkait dengan lingkungan dan perbaikan.
“Ketahanan pangan tak hanya menyangkut Kementerian Pertanian. Bukan hanya tugas pemerintah pusat. Di sinilah peran pers dibutuhkan, memainkan fungsinya secara aktif,” kata Hendry lagi.
Dari kegiatan ini, diharapkan adanyasosialisasi yang baik sehingga publik dapat memahami, menggerakkan masyarakat termasuk pers menyukseskan program tersebut.
Hari pertama HPN 2025 juga digelar berbagai kegiatan menarik lainnya, termasuk untuk memajukan kehidupan pers nasional, seperti seminar Transformasi Publikasi Media Berbasis Birokrasi Digital untuk Pers Bertanggungjawab, Peran Perempuan Sebagai Pondasi Generasi Emas 2045, Rakernas dan Coaching Clinic Tenis dan Sepakbola, Pembacaan Puisi untuk 1000 sungai di Bumi Lambung Mangkurat, dan Rakernas dan Seminar Nasional IKWI dengan tema Memahami Artificial Intellegence Untuk Kreativitas Keluarga. (Iqnatius)
Editor: Yayu







