Untuk mendalami perannya tersebut, Vino tak hanya menonton film aslinya tetapi juga melakukan riset di sekolah putrinya.
BACA JUGA: TERUNGKAP Lokasi Persembunyian Pembunuh Kepala Sekolah di HST, Ingin Menyerah Tapi
“Di sekolah anak gue ada bagian special education, gue nganter Jizzy, gue nongkrong dulu, gue lihatin anak-anak itu,” kata Vino.
“Gue ke psikolog, cuma buat ketika gue main karakter ini, lo enggak bisa bantah gue, karena gue punya hasil risetnya. Kalau misal ada celah di situ, gue bisa jelasin, karena tanggung jawabnya besar,” imbuhnya.
Baginya, sebebas apa pun cerita diubah jika filmnya hasil remake maka harus tetap memiliki rasa yang sama seperti film aslinya.
“Di cerita film aslinya udah bagus banget, si aktor udah bagus banget. Ketika mau diadaptasi ke sini, lo mau ngerubah ceritanya segimana juga, yang enggak boleh hilang rasanya,” ujar Vino.
Terkait dua film Miracle in Cell No.7 yang telah dibintanginya, Vino memiliki rasa sedih tersendiri setelah menontonnya.
Perasaan itu yang ingin tetap dia pertahankan.
Pertama menonton film tersebut, ia merasa sangat patah hati dengan ending-nya.
“Sedih banget, itu yang enggak bisa hilang (dari adaptasi),” sambungnya. (berbagai sumber)







