Wow! Menteri Wanita di Kabinet Prabowo Ini Paling Tajir, Catatkan Kekayaan Rp5,4 Triliun
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Salah satu menteri perempuan di Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tercatat memiliki kekayaan paling besar.
Dia adalah Widiyanti Putri Wardhana, yang saat ini menjabat Menteri Pariwisata.
Harta Widiyanti tercatat sebesar Rp5,4 triliun, berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KPK merilis 123 pejabat di Kabinet Merah Putih telah menyampaikan LHKPN.
Dilansir situs LHKPN KPK, laporan harta kekayaan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana hingga 31 Oktober 2024 senilai Rp5,4 triliun.
Baca juga:Kapolres Tala Sambangi Korban Banjir di Desa Benua Raya, Bagikan Ratusan Nasi Bungkus
Kekayaan istri dari Wishnu Wardana ini, terdiri atas tujuh aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dengan nilai total Rp152 miliar, tujuh kendaraan dari berbagai merek, seperti Mercedes-Benz, Toyota Vellfire, Bentley Continental, Range Rover, Bentley Flying Spur, serta dua unit Lexus senilai Rp19,463 miliar.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, tercatat harta berharga lainnya sebesar Rp43,814 miliar, surat berharga senilai Rp5,075 triliun kas dan setara kas sebesar Rp67,168 miliar serta aset lainnya senilai Rp77,719 miliar.
Dikutip wartabanjar.com dari Wikipedia, Widiyanti Putri Wardhana lahir 8 Desember 1970, merupakan seorang pengusaha Indonesia yang diangkat oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjadi Menteri Pariwisata Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2024.
Ia merupakan anak dari Wiwoho Basuki, dan istri dari Wishnu Wardhana.
Widiyanti sempat menempuh pendidikan di Universitas Pepperdine, Amerika Serikat pada 1993 dan meraih gelar Bachelor of Science in Business Administration.
Ia menjabat di PT Teladan Aprima Agro (TPA) sebagai direktur dari 2012 sampai 2021 dan sebagai komisaris dari 2021.
Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia (YJI) untuk periode 2018-2024. Ia juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Teladan Utama dan Dewan Pengawas Yayasan Kawula Madani. (Ernawati)
Editor: Erna Djedi