WARTABANJAR.COMM YOGYAKARTA – Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 MDPL di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng) mengalami peningkatan aktivitas vulkanik.
Aktivitas Merapi pada Senin (23/12) hingga pukul 00.00 WIB malam mengalami guguran awan panas sebanyak 33 kali, dimana guguran mengarah ke Sungai Bebeng dan Krasak dengan jarak luncur 1.600 meter.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut Gunung Merapi saat ini masuk pada level III siaga.
Baca juga:Gunung Merapi di DIY-Jateng Alami 32 Guguran Lava, Terjauh hingga 1,8 Km
“Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer,” ungkap BPPTKG.
Sementara pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik apabila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Dalam data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
BPPTKG juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Selain itu, masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
BPPTKG menambahkan, masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.