WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Pelaksanaan Pilkada serentak 2024 di Kota Banjarmasin berakhir dengan damai dan tanpa adanya sengketa. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjarmasin memastikan tidak ada gugatan atau laporan yang bersifat administrasi maupun pidana selama tahapan berlangsung. Ketua Bawaslu Banjarmasin, M Fachrizannoor, menyampaikan rasa syukurnya dalam Rapat Koordinasi dengan para pemangku kepentingan pada Jumat (20/12/2024). “Kita bersyukur di Banjarmasin tidak ada perselisihan hasil, tidak ada sengketa, dan tidak ada pelaporan. Sekarang kita menunggu pengajuan penetapan dari KPU pada Januari mendatang,” ujarnya. BACA JUGA:Yamin-Ananda Pendaftar Pertama di KPU Kota Banjarmasin Fokus Evaluasi Dalam rangka meningkatkan kualitas pengawasan pada pemilu mendatang, Bawaslu Banjarmasin akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Pilkada. Evaluasi tersebut akan dituangkan dalam sebuah buku yang nantinya diserahkan kepada Bawaslu RI. “Apa yang kurang akan kita tambahkan, dan yang sudah baik akan kita pertahankan,” tambah Fachrizannoor. Salah satu catatan penting Bawaslu adalah koordinasi terkait distribusi logistik Pilkada yang tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Dengan dukungan TNI dan Polri, pengawalan logistik berjalan lancar meski jadwal kedatangannya tidak terprediksi. Dukungan untuk Daerah Lain Meskipun Banjarmasin bebas dari sengketa, Bawaslu tetap memberikan perhatian pada daerah lain seperti Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, yang masih menghadapi kasus pelanggaran hasil Pilkada. “Rekan-rekan di daerah yang tidak mengalami sengketa siap memberikan sumbangsih pemikiran jika dibutuhkan. Kita ingin memastikan bahwa mereka tidak merasa sendiri,” pungkas Fachrizannoor. BACA JUGA:Yamin-Ananda Pendaftar Pertama di KPU Kota Banjarmasin Banjarmasin Jadi Contoh Positif Kesuksesan Pilkada di Banjarmasin tanpa sengketa diharapkan menjadi contoh positif bagi daerah lain. Dengan evaluasi berkelanjutan, Bawaslu optimis pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk pelaksanaan Pemilu di masa mendatang.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad