WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menghormati keputusan Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden. Keputusan itu diambil Gus Miftah setelah ujarannya kepada pedagang es teh di majelis taklimnya viral di media sosial. Demikian disampaikan Prabowo dalam sesi wawancara dengan wartawan Istana Kepresidenan di teras Istana Merdeka, Jakarta, Jumat malam. Presiden juga menyebut sikap Gus Miftah sebagai sikap kesatria yang berani bertanggungjawab atas kesalahannya. “Saya sendiri belum lihat langsung, tapi dapat laporan beliau sudah mengundurkan diri, komentar saya, saya kira itu adalah tindakan bertanggung jawab, tindakan kesatria, beliau sadar, beliau salah ucap, beliau bertanggung jawab dan beliau mengundurkan diri, saya kira kita hargai sikap kesatria itu,” kata Prabowo seperti dikutip Wartabanjar.com. Baca juga: Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar Guru Udin Samarinda Prabowo mengaku mengenal Miftah sebagai sosok yang sering bergaul dan memberikan ceramah kepada masyarakat. Dirinya yakin jika pendakwah itu tidak berniat menghina meski ucapannya salah. “Mungkin bahasa beliau niatnya bukannya jahat, bukan niat menghina, tapi terlepas itu ya salah ya, salah ucap. Beliau sadar beliau salah, beliau mengundurkan diri, saya kira itu jelas,” kata Prabowo. Kepala Negara mengatakan, jarang ada pejabat di Indonesia yang berani bertanggung jawab dan mundur saat merasa tindakannya salah. “Jadi kita hargai. tapi ya beliau sadar beliau salah,” kata Prabowo. Prabowo mengaku akan mencari sosok pengganti Miftah selaku Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Baca juga: Nekat! Influencer Cantik S1 Perikanan Buka Praktik Pengobatan Wajah Bopeng Berujung Penjara Sebelumnya, Miftah Maulana memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden Prabowo Subianto untuk bidang Kerukunan Umat Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Keputusan itu disampaikan Miftah dalam konferensi pers di Ponpes Ora Aji, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (06/12/2024). "Hari ini, dengan segala kerendahan hati dan ketulusan, dan dengan penuh kesadaran, saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam. Setelah berdoa, bermuhasabah, dan istighfar, saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan," ucap Miftah. Baca juga: Divonis 1,4 Tahun Penjara, LBH Ansor Ajukan Banding Kasus 2 Pemuda Bawa Satwa Dilindungi Miftah dengan suara bergetar menuturkan bahwa keputusan mundur itu bukan karena tekanan maupun permintaan siapa pun, akan tetapi didasari rasa cinta, hormat, dan tanggung jawab mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat. Sebagai seorang pendakwah dan pelayan umat, Miftah mengatakan pengabdian kepada bangsa dan negara tidak terbatas pada satu jabatan dan kedudukan, tetapi mencakup berbagai upaya di mana pun bisa memberikan manfaat. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko