WARTABANJAR.COM, BANJARBARU – Sebanyak 46 peserta mengikuti karantina Pemilihan Nanang Galuh Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan 2024, yang berlangsung pada 5-6 Desember 2024 di Banjarbaru. Ajang ini mengusung tema “Bergerak Berkarya Berdaya dan Berbudaya: Menjaga Adat, Melestarikan Budaya Banua” sebagai upaya menjaga warisan budaya Banjar. BACA JUGA:Daftar Pemenang Nanang Galuh Banjar Cilik Kota Banjarmasin 2024, ini Pesan Walikota Ibnu Sina Peran Strategis Nanang Galuh Menurut Raudati Hildayati, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, kegiatan ini bertujuan melahirkan pemuda-pemudi penggiat budaya yang tidak hanya memahami budaya daerah tetapi juga memiliki wawasan luas di bidang pemerintahan, sosial, wisata, ekonomi, teknologi, bahasa, dan kepribadian. "Nanang Galuh Kebudayaan harus menjadi penjaga dan pejuang budaya Banjar agar terus relevan dalam masyarakat yang dinamis," ujar Raudati, Kamis (5/12/2024). Karantina ini juga dirancang sebagai wadah untuk memberikan bekal penting kepada peserta sebelum mereka mendapatkan predikat sebagai Nanang dan Galuh Kebudayaan tahun 2024. Pembekalan Selama Karantina Selama dua hari, peserta akan mendapatkan materi pembekalan yang meliputi:
  1. Pemerintahan: Pemahaman tentang kebijakan dan tata kelola.
  2. Organisasi: Kemampuan membangun jaringan dan berorganisasi.
  3. Kebudayaan: Wawasan mendalam tentang budaya Banjar.
  4. Kepribadian: Penampilan, etika, dan pengembangan diri.
  5. Public Speaking: Keterampilan berbicara di depan umum.
Pada 6 Desember 2024, para peserta akan menampilkan bakat seni budaya mereka, sementara Grand Final akan digelar pada 7 Desember 2024. BACA JUGA:Pemkab Tanbu Gelar Grand Final Pemilihan Nanang Galuh Putri Pariwisata dan Putra Putri Tenun 2024 Partisipasi Daerah dan Harapan Ajang Ketua Harian Ikatan Nanang Galuh Kalsel, Erwen Sasmita Riyadhi, menyebutkan bahwa tahun ini, 12 kabupaten/kota turut berpartisipasi mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk berkompetisi di ajang ini. "Kami berharap, Nanang Galuh 2024 mampu menjadi inspirasi dan penggerak pelestarian budaya Banjar di tengah era modernisasi," tutup Erwen.(Wartabanjar.com/berbagai sumber) editor: nur muhammad