WARTABANJAR.COM, TANBU - Sebanyak 60 peserta dari 20 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) mengikuti pembinaan teknis (bimtek) pengolahan infrastruktur sampah. Kegiatan itu digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Bumbu di Batulicin, Selasa (04/12/2024). Kepala Dinas PUPR Tanah Bumbu Hernadi Wibisono diwakili Kabid Cipta Karya, Amruddin mengatakan, bimtek kali ini membahas peran desa dalam mengelola persampahan, kelembagaan, serta teknik mengelola persampahan. "Kegiatan ini diikuti 20 KSM dengan total peserta sebanyak 60 orang," sebut Amruddin seperti dikutip Wartabanjar.com. Baca juga: VIDEO: Tanggapan Presiden Prabowo Atas Sikap Gus Miftah Terhadap Penjual Es Teh Adapun narasumber pada kegiatan itu yakni Kepala Bidang Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (Kabid PSLB3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tanbu, Indah Maya Suryanti. Sementara itu, Sekda Tanah Bumbu Ambo Sakka dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eryanto Rais mengatakan, atas nama pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pengelolaan infrastruktur persampahan bukan hanya melibatkan pihak pemerintah, tetapi juga memerlukan kolaborasi antara masyarakat, sektor swasta, serta lembaga-lembaga lainnya. Keberhasilan pengelolaan sampah yang baik tentu akan memberikan dampak positif. Tidak hanya dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan, tetapi pengelolaan sampah yang baik dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Baca juga: Bahlil Usulkan Skema Blending Subsidi BBM untuk Ojek Online, UMKM Jadi Prioritas Untuk itu, ia mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama berkomitmen untuk terus bekerja keras dan bersinergi dalam mewujudkan pengelolaan infrastruktur persampahan yang lebih baik di Kabupaten Tanah Bumbu. Seperti diketahui, persoalan sampah banyak dirasakan sejumlah daerah di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Hal itu karena terbatasnya lahan di perkotaan hingga konsep pengolahan sampah kini dirubah untuk bisa didaur ulang. Untuk sampah-sampah organik umumnya proses pengolahannya dikonversi menjadi bahan bakar semacam biogas dan sejenisnya. Sedangkan untuk sampah-sampah non organik biasanya dilakukan proses daur ulang di pabrik untuk material lainnya. (ddi) Baca juga: Mobilitas Masyarakat di Jalan Raya Saat Nataru 2024 Diperkirakan Naik 2,8 Persen Editor: Sidik Purwoko