Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS):
2019: Stok akhir tercatat sekitar 4 juta ton.
2020-2021: Surplus sebesar 1,33 juta ton, meski konsumsi meningkat.
2022: Stok akhir melonjak menjadi 6,05 juta ton, berkat produksi nasional mencapai 31,68 juta ton dan hasil panen yang optimal.
2023-2024: Angka tertinggi lebih dari 8 juta ton berhasil dipertahankan, mencerminkan pengelolaan pangan yang solid.
Capaian ini menjadi angin segar bagi perekonomian nasional, sekaligus bukti keberhasilan kebijakan pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan strategis.
Dengan stok beras yang melimpah, Zulhas optimistis ketahanan pangan nasional semakin kuat. “Ini menjadi bukti nyata, bahwa kita mampu mengelola pangan untuk kesejahteraan rakyat,” tutupnya.(berbagai sumber)
editor: nur muhammad







