WARTABANJAR.COM, MARTAPURA- Dalam rangka menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kabupaten Banjar melaksanakan gerakan pengendalian inflasi daerah dengan Sidak Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting), di Pasar Astambul dan Thaibah, Martapura, Kamis (21/11/2024). Sidak tersebut dipimpin Pjs. Bupati Banjar, Akhmad Fydayeen bersama Forkopimda dan Kepala OPD terkait. Menurut Pjs. Bupati Banjar mengungkapkan bahwa tujuan dilakukannya Sidak Bapokting ini adalah untuk meninjau fluktuasi bapokting, khususnya bawang merah yang akhir-akhir ini mengalami fluktuasi. "Hasil sidak bapokting di Pasar Thaibah maupun Pasar Astambul juga sejumlah agen sembako, harga bapokting dalam keadaan wajar dan stok masih relatif aman, meskipun untuk bawang merah memang ada kenaikan yang tadinya dari harga normal dikisaran Rp 22.000 menjadi Rp 40.000," terangnya. Menurut sebagian pedagang, hal ini dikarenakan terlambatnya pengiriman pasokan dari daerah penghasil bawang merah di Jawa akibat cuaca ektrem yang menyebabkan gagal panen dan juga permintaan meningkat. Kepala DKUMPP Banjar, I Gusti Made Suryawati mengimbau para pedagang bapokting tidak menaikan harga di luar ketentuan dan juga jangan melakukan penimbunan. Made menambahkan bahwa barang kebutuhan pokok ini merupakan komoditi yang dapat mengakibatkan inflasi. BACA JUGA: Curah Hujan Meningkat 40 Persen Pada November dan Desember "Sidak Bapokting yang dipantau meliputi beras, bawang merah, cabai, daging ayam, telur ayam, gula pasir dan minyak goreng," jelas Made. Made menambahkan, harga komoditas beras khususnya beras lokal (unus, siam, pandak, dll) di pasar aman malah cenderung murah yaitu di kisaran Rp 13.500. Hal ini mengingat sebagian besar wilayah Kalsel baru selesai masa panen. Komoditas bahan pokok lainnya seperti minyak di kisaran Rp 18.000, gula Rp 17.000, tepung Rp 9.600 masih terpantau aman dan ketersediaan stok juga masih cukup. "Pemantauan dan giat sidak bapok di pasar rakyat tersebut menjadi indikasi awal kondisi stabilisasi harga dan ketersediaan bapok sehingga dapat dijadikan salah satu dasar dalam pengambilan keputusan dalam menjaga stabilitas harga, yang salah satunya adalah penyelenggaraan Pasar Murah," pungkasnya. (MC Banjar) Penyunting: Yayu