WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Rencana pemutihan utang bagi kalangan petani, nelayan dan rakyat kecil menarik perhatian publik.
Ekonom senior dan associate faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Ryan Kiryanto menyatakan kebijakan pemutihan atau penghapusan utang bagi jutaan petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) akan menghasilkan multiplier effect yang positif bagi perekonomian nasional.
“Misalnya, kredit ini diberikan kepada pelaku UMKM di sektor kerajinan atau industri rumahan, berapa banyak tenaga kerja yang bisa diserap. Jadi, kebijakan ini benar-benar memberikan efek stimulan yang luar biasa,” ungkap Ryan dalam acara “Investor Daily Talk” yang disiarkan IDTV, Jumat (1/11/2024).
Baca juga:Nilai Utang Luar Negeri Indonesia pada Juli 2024 Capai Rp 6.335 triliun
Ryan menambahkan, apabila program pemutihan ini dapat segera dijalankan, sektor perbankan juga dapat mendorong ekspansi kredit.
Langkah ini terutama bermanfaat bagi bank yang sudah memiliki basis konsumen yang kuat.
“Bagi perbankan, program ini bisa menjadi instrumen untuk penyaluran kredit baru, atau yang sering disebut sebagai new loan, sehingga perputaran kredit akan semakin aktif,” jelasnya.







