Pacu Ekonomi, Prabowo Disarankan Selesaikan Sektor Investasi

    WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto disarankan menyelesaikan pekerjaan rumah sektor investasi untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Hal itu menyusul prediksi Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode pemerintahan Prabowo, yakni 2025–2029, stagnan di level 5,1 persen.

    Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti mengatakan, parameter ekonomi makro yang menggambarkan perbandingan antara penambahan kapital terhadap output harus mencapai level empat.

    “Perkiraan saya, untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, dibutuhkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sekitar level 4,” kata Esther dikutip Wartabanjar.com, Kamis (24/10/2024).

    Baca juga: Dinkes Balangan Mulai Melakukan Pemeriksaan Kebugaran Calon Jemaah Haji 2025

    ICOR adalah rasio yang menunjukkan efisiensi investasi suatu negara dalam menghasilkan output ekonomi. Makin rendah nilai ICOR, artinya investasi yang dikeluarkan lebih efisien dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

    Adapun target nilai investasi yang diproyeksikan Esther adalah sekitar Rp42 ribu triliun selama lima tahun. Nilai investasi itu diperoleh dari penanaman modal asing (PMA) serta penanaman modal dalam negeri (PMDN).

    Untuk meningkatkan nilai investasi itu, Esther memberikan delapan rekomendasi.

    Baca juga: Presiden Prabowo Uji Mental Menteri-Menterinya Ala Militer, Begini Komentar Mereka:

    Pertama, meningkatkan efisiensi investasi. Pasalnya, ICOR Indonesia saat ini berada di sekitar level 6, yang mengindikasikan investasi yang dilakukan belum efisien untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

    Baca Juga :   Pemerintah Indonesia Pastikan Tempuh Negosiasi Hadapi Perang Dagang Trump

    Baca Lebih Lengkapnya Instal dari Playstore WartaBanjar.com

    BERITA LAINNYA

    TERBARU HARI INI