Polisi Selidiki Tewasnya Wanita Penambang Batu Putih di Padang Batung HSS
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, KANDANGAN - Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) melakukan penyelidikan atas tewasnya seorang wanita, Sainah (30), penambang batu putih di Padang Batung.
Kapolres HSS, AKBP M Yakin Rusdi, melalui Kasi Humas AKP Purwadi mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan, tambang tersebut tidak berizin alias ilegal.
Dikatakan dia, personel Satreskrim telah diturunkan ke lokasi menggali informasi terkait siapa yang bertanggung atas adanya aktivitas tambang batu putih di kawasan tersebut.
Disebutkan AKP Purwadi, penyidik sudah meminta keterangan anak dan suami korban, yakni Muhammad Yunizar (16) dan Yulianor (35).
Baca juga: Bupati Aulia Minta ASN dan PPPK Termotivasi Wujudkan Visi dan Misi Pembangunan HST
Untuk diketahui, anak dan suami korban juga bekerja sebagai penambang batu putih di lokasi kejadian.
"Selain itu juga meminta keterangan Jayadi (37) pegawai Dinas Tata Kota Pemkab HSS," jelasnya.
Dari lokasi Satreskrim telah menyita barang bukti antara lain satu unit mesin genset.
Seperti diberitakan, seorang wanita penambang pasir putih di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) tewas terjepit bebatuan, Senin (16/9/2024) siang.
Korban diketahui bernama Sainah, warga Desa Lungau, Kecamatan Kandangan, HSS.
Sementara lokasi kejadian di kawasan Kecamatan Padang Batung, HSS.
Relawan dan BPBD serta warga berusaha mengevakuasi korban namun kesulitan karena posisi bebatuan yang tinggi.
Baca juga: Jelang Pilkada, Bawaslu HSU Rakor Libatkan Pemkab, Parpol dan Ormas
Baca juga: Serang Pejalan Kaki Membabi Buta, Anjing Herder Disuntik Mati
Selain itu, posisi korban vertikal menyulitkan untuk menjangkau korban.
“Sepertinya sulit mengangkat hanya dengan tangan kosong, soalnya posisinya ini vertikal di atas 100 meter di atas gunungnya batu yang menjepit kira-kira 5 meter untuk diameternya, yang terjepit separo tubuh,” ujar sumber wartabanjar.com.
Evakuasi pun berlangsung hingga malam hari.
“Evakuasi cukup sulit, genset, kabel, lampu sorot diperlukan untuk malam hari,” ujar rekanan.
Sekitar pukul 18.30 Wita korban akhirnya berhasil dievakusi dari bebatuan yang menjepitnya.
Setelah berhasil dikeluarkan dari bebatuan, korban kemudian diturunkan dari atas bukit ke perkampungan terdekat selanjutnya dibawa ke RSUD Hasan Basry Kandangan. (ahmad raihan/ernawati)
Editor: Erna Djedi