WARTABANJAR.COM, KOTABARU - Seorang perempuan tak dianjurkan dipilih menjadi kepala daerah seperti bupati. Pernyataan itu datang dari seorang tokoh sekaligus ustadz Pulau Laut Kotabaru, Ustadz Supriadi S Pd I. Seperti diketahui, Pilkada Kabupaten Kotabaru bakal diikuti tiga pasang calon bupati dan wakil bupati yang satu diantaranya adalah calon bupati perempuan dengan wakilnya seorang laki-laki. Dirinya tidak menganjurkan memilih kepala daerah perempuan. Ustadz Supriadi menyampaikan hal itu bukan tanpa alasan, namun selaras dengan aturan atau pandangan agama Islam. Menurutnya, tidak dianjurkan daerah ataupun negara dipimpin seorang perempuan, sesuai pandangan mayoritas ulama ahlus sunnah wal jamaah. Baca juga: Menetap di Mesir untuk Kuliah, Oki Setiana Dewi Sementara Waktu Tinggalkan Anak Bungsunya di Indonesia Dirinya juga mengupas sebuah hadits nabi yang berisi peringatan keras tidak dianjurkannya wanita memimpin daerah. Hadits itu disebut ustadz tersebut, seperti dikutip Wartabanjar.com, berbunyi: "Kalau seandainya suatu daerah dipimpin oleh seorang perempuan, maka tunggulah kehancuran daerah tersebut". "Intinya, menurut pandangan pribadi saya, saya tidak memilih pemimpin daerah seorang perempuan," tegas ulama yang tinggal di bagian barat Pulau Laut ini. Selain hadits, Supriadi juga menerangkan dalil tersebut dari segi fikih Islam. Meski begitu, ia juga mengibaratkan kepala daerah perempuan itu sebenarnya boleh. Namun semua masyarakat hanya dari kalangan perempuan. "Dalam salat saja, tidak dianjurkan perempuan menjadi imam, kecuali makmumnya perempuan juga," katanya, Minggu (16/09/2024). Baca juga: Resmikan Baayun Maulid di Masjid Sultan Suriansyah, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina Ikut Baayun "Maka samalah pemimpin juga. Jadi, kalau masih ada calonnya yang laki-laki maka diprioritaskan dan diharuskan memilih yang laki-laki," pungkasnya. Seperti diketahui, Pemilihan Bupati Kotabaru diramaikan oleh tiga pasangan calon bupati-calon wakil bupati. Mereka adalah Syairi Muklis turut meramaikan bursa calon wakil bupati mendampingi H Rusli. H Rusli merupakan Wakil Bupati Tanahbumbu yang ingin maju menjadi Bupati Kotabaru. Sementara Syairi selama ini dikenal sebagai Ketua DPRD Kotabaru Kalimantan Selatan. Keduanya didukung delapan parpol yakni PAN, PDI Perjuangan, Gerindra, NasDem, PKB, Golkar, PKS, serta Demokrat. Baca juga: Tak Iri dengan Raffi Ahmad, Baim Wong Justru Merasa Termotivasi untuk Lebih Baik Lagi Rusli-Syairi nantinya akan adu meraih simpati masyarakat melawan dua paslon independen yakni pasangan Iqbal Yudiannor-Surya Wahyudi dan pasangan Fatma Idiana-Said Akhmad. Kedua paslon itu lolos berdasarkan rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi faktual ke satu tingkat Kabupaten Kotabaru di Ballroom Hotel Grand Surya, Rabu (10/07/2024) lalu.(Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko