WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) sudah mulai aktif di ruas Jalan Panglima Batur sejak beberapa hari yang lalu. APILL Panglima Batur ini pun mendapatkan berbagai respon dari masyarakat, mulai dari respon positif hingga negatif. Bahkan, saat baru saja aktif, APILL Panglima Batur tersebut sudah dikeluhkan sejumlah masyarakat karena menyebabkan kemacetan dan lampu hijau yang cenderung singkat. Walau begitu ada juga yang menanggapinya positif karena memudahkan pengguna jalan untuk menuju Jalan Pangeran Suriansyah maupun Pangeran Suriansyah ujung yang tidak memerlukan U-Turn lagi. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Banjarbaru (LLAJ), Adi Royan mengatakan, kebiasaan baru ini tentunya menuai pro dan kontra masyarakat. Pihaknya terus melakukan evaluasi agar lalu lintas berjalan sesuai rencana. Adi Royan menjelaskan, sejak APILL Panglima Batur beroperasi, ia terus melakukan pemantauan lalu lintas di rush hour (jam sibuk) seperti saat pagi hari dan sore hari. Sejauh ini, lalu lintas terpantau masih terkendali dan tidak ada kemacetan yang panjang, namun pihaknya memiliki beberapa hal yang harus dievaluasi. "Ada beberapa hal yang menjadi evaluasi kami, mulai dari kepadatan, kebiasaan masyarakat dan rekayasa lalu lintas saat car free day yang menjadi atensi kami," ungkap Adi Royan, Rabu (21/8/2024). Seperti yang diketahui, saat Car Free Day di Murjani yang dilaksanakan setiap hari Minggu, ruas jalan di depan Balai Kota biasanya akan ditutup total menggunakan water barier. "Kalau APILL ini sudah berjalan, maka ruas jalan di depan Balai Kota kita usahakan tetap dibuka, agar tidak menyebabkan kemacetan dan itu sudah kita sampaikan kepada stakeholder terkait agar APILL bisa beroperasi secara maksimal," ujarnya. BACA JUGA: Rumah Terbakar di Komplek Asdi Karya Permai Km 7 Milik Angel Chrisdayanti, ini Penyebabnya Kebiasaan masyarakat juga menjadi atensi Adi Royan. Dari pantauannya sejauh ini, masih ada beberapa masyarakat yang menerobos lampu merah. "Ada beberapa yang kami lihat pengguna jalan yang menerobos lampu merah, biasanya itu datang dari arah Panglima Batur Barat menuju Panglima Batur Timur atau sebaliknya, mungkin ini karena sebelumnya tidak ada APILL di sana," jelasnya. Ia pun berharap, masyarakat bisa mengubah kebiasaan tersebut dan lebih memperhatikan lalu lintas yang ada di ruas Jalan Panglima Batur. Kemudian, hingga kini pihaknya juga memastikan akan menutup 3 U-Turn. "U-Turn yang sudah kita tutup permanen di antaranya di depan Samsat, di depan SMPN 2 dan di depan Twincom atau Rumah Sakit Nirwana," tutupnya. (nurul octaviani) Editor: Yayu