Lalu, adanya kecemburuan dari parpol pengusung. Meskipun merupakan kader parpol tertentu, tetapi tidak dapat dipungkiri kesuksesan petahana justru lahir dari koalisi partai politik.
Perilaku petahana yang terlalu mengistimewakan partainya, kata dia, justru menjadi penyebab lahirnya kecemburuan dari partai lain yang turut mengusungnya sejak awal, hingga akhirnya partai lain memilih hengkang dan mengalihkan dukungannya kepada kandidat lain
“Praktiknya, sebagai petahana tidak serta merta mulus dapat dukungan parpol. Jika berkaca pada Pilkada kali ini tidak sedikit petahana yang terancam tidak mendapatkan dukungan, seperti Isran Noor Gubernur Kaltim, termasuk Anies Baswedan,” ucapnya.
Sebaliknya, kata Jajat, petahana yang konsisten dan dinilai layak serta mampu memimpin kembali akan didukung mayoritas partai politik, baik dari parpol pengusung sebelumnya maupun parpol yang baru bergabung.
“Seperti yang terjadi dalam pilgub Jatim di mana mayoritas parpol mendukung pasangan Khofifah-Emil Dardak”, tutup Jajat. (tim)
Editor: Erna Djedi