“Alhamdulillah dimulai dari malam sebelumnya renungan suci, kemudian besok pagi, siang, dan penurunan bendera sorenya, semuanya berjalan dengan lancar dan baik,” kata Presiden Jokowi. Presiden juga bersyukur cuaca sangat mendukung. "Pas kita istirahat hujan sehingga suasana sejuk, suasana tidak panas, suasana upacara menjadi sangat khidmat,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan ucapan selamat HUT Kemerdekaan RI ke-79 kepada seluruh rakyat Indonesia. “Pada kesempatan yang baik ini, sekali lagi saya mengucapkan, dirgahayu, hari ulang tahun kemerdekaan yang ke-79 untuk seluruh rakyat sebangsa dan setanah air,” ucapnya. BACA JUGA: Jadi Sorotan, Presiden Jokowi Kenakan Busana Adat Banjar Ba'amar Galung Pancar Matahari di Upacara Penurunan Bendera di IKN Menanggapi pertanyaan mengenai ketidakhadiran mantan presiden dalam upacara kali ini, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa mereka memiliki agenda penting di tempat lain. “Ya, karena beliau-beliau juga ada kegiatan yang sangat penting di tempat yang berbeda. Saya kira kita harus menghargai karena beliau-beliau juga merayakan hari ulang tahun kemerdekaan di Jakarta, di Pacitan, saya kira merayakan di manapun sama,” jelas Presiden. Akan Digelar di IKN Lagi Ketika ditanya apakah upacara tahun depan akan kembali diadakan di IKN, Presiden Jokowi menyerahkan keputusan tersebut kepada Presiden terpilih yaitu Prabowo Subianto. Presiden terpilih Prabowo Subianto yang turut hadir di kesempatan tersebut memberikan sinyal bahwa upacara akan kembali digelar di IKN tahun depan. “Insyaallah akan di sini lagi,” ucap Prabowo. Terkait dengan pertanyaan mengenai lokasi upacara yang dilakukan di dua tempat, yakni Jakarta dan Nusantara, Presiden Jokowi menyatakan bahwa hal tersebut akan diputuskan kemudian, tetapi menekankan bahwa upacara inti akan tetap dilakukan di IKN. “Ya kita lihat nanti. Tapi intinya upacara di sini,” ujarnya dikutip dari laman Sekretariat Kabinet RI, Minggu (18/8/2024). Sementara itu, berkaitan dengan pembangunan Indonesia ke depan, Presiden Jokowi menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Kehadiran Ibu Kota Nusantara diharapkan menjadi pendorong pemerataan pembangunan yang indonesiasentris. “Ya, ini negara besar, Indonesia ini negara besar. Perlu pemerataan di semua wilayah, timur, tengah, barat, semuanya harus mendapatkan kue yang sama, sehingga 10 tahun lalu saya menyampaikan bukan jawasentris, tapi indonesiasentris. Tidak dari pusat, tetapi membangun dari pinggiran, membangun dari desa, membangun dari wilayah terluar,” jelasnya. (berbagai sumber) Editor: Yayu