Gempa Dahsyat Guncang Pulau Kyushu Jepang Kamis Siang, Bermagnitudo 7.1
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, TOKYO - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,1 melanda pulau Kyushu di Jepang selatan pada hari Kamis (8/8/2024) siang WIB. Lembaga penyiaran publik Jepang NHK sebelumnya melaporkan kekuatan awal gempa sebesar 6,9 skala Richter.
Gempa bumi tersebut juga memicu tsunami, yang telah mencapai prefektur Miyazaki bagian barat, menurut NHK.
Baca juga:Gempa Magnitudo 6.7 Guncang Mindanao Filipina, Peringatan Gempa Susulan
Menurut Badan Meteorologi Jepang, gempa tersebut berpusat di lepas pantai timur pulau utama selatan Jepang, Kyushu, pada kedalaman sekitar 30 kilometer.
Pemerintah Jepang telah membentuk satuan tugas khusus untuk menanggapi gempa tersebut, AFP melaporkan, mengutip sebuah pernyataan.
Tidak ada tanda-tanda kerusakan besar, menurut badan tersebut.
Paling aktif secara tektonik
Jepang, salah satu negara yang paling aktif secara tektonik di dunia, memiliki standar bangunan yang ketat yang dirancang untuk memastikan struktur bangunan dapat tahan terhadap gempa bumi paling kuat sekalipun.
Negara kepulauan ini, yang merupakan rumah bagi sekitar 125 juta orang, mengalami sekitar 1.500 guncangan setiap tahunnya.
Sebagian besar dari serangan tersebut bersifat ringan, meskipun kerusakan yang diakibatkannya bervariasi sesuai dengan lokasi dan kedalaman di bawah permukaan bumi saat serangan tersebut.
Pada Hari Tahun Baru, sedikitnya 260 orang tewas setelah gempa besar melanda semenanjung, termasuk 30 kematian yang “terkait gempa” serta mereka yang tewas secara langsung dalam bencana tersebut.
Gempa tanggal 1 Januari dan gempa susulannya merobohkan gedung-gedung, menyebabkan kebakaran dan merusak infrastruktur pada saat banyak keluarga sedang merayakan tahun baru.
Baca juga:BMKG: Gempa Bumi Hantam Sejumlah Wilayah Indonesia Hari ini
Gempa bumi terbesar di Jepang yang pernah tercatat adalah guncangan bawah laut berkekuatan 9,0 skala Richter pada bulan Maret 2011 di lepas pantai timur laut Jepang, yang memicu tsunami yang menyebabkan sekitar 18.500 orang tewas atau hilang.
Bencana tahun 2011 juga menyebabkan tiga reaktor di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima hancur, menyebabkan bencana terburuk pasca perang di Jepang dan kecelakaan nuklir paling serius sejak Chernobyl.
Total biaya diperkirakan mencapai 16,9 triliun yen ($112 miliar), belum termasuk pelucutan fasilitas Fukushima yang berbahaya, yang diperkirakan memakan waktu puluhan tahun.(pwk)
Editor: purwoko