WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Kandidat presiden dari Partai Republik Donald Trump memilih Senator JD Vance sebagai cawapresnya pada pemilu presiden AS 2024. Donald J Trump, calon resmi presiden dari Partai Republik, memilih JD Vance, 39 tahun, yang baru pertama kali menjadi Senator dari Ohio sekaligus seorang kritikus yang menjadi pengagum mantan presiden tersebut. Trump menungkap keputusannya memilih dia sebagai pasangannya untuk pemilu 2024 disampaikannya pada hari Senin waktu setempat. Baca juga:Donald Trump Ditembak, Ini Dampaknya pada Pasar Keuangan Global dan Indonesia Dalam sebuah postingan di Truth Social pada hari pertama Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee, Trump mengatakan bahwa setelah “pertimbangan dan pemikiran yang panjang”, dan mempertimbangkan bakat orang lain di partainya, dia telah memutuskan bahwa Vance paling cocok untuk menjadi wakil Presiden. Vance menjadi terkenal sebagai penulis Hillbilly Elegy: A Memoir of a Family and Culture in Crisis, yang secara luas dipuji sebagai salah satu buku terbaik yang menangkap, melalui kronik yang sangat pribadi, kisah kelas pekerja kulit putih miskin di Amerika tengah yang terbentuk. Ini menjadi inti dari basis dukungan Trump pada tahun 2016 dan perjuangan mereka melawan dislokasi sosial dan ekonomi. Pengkritik Trump Istri Vance, Usha Chilukuri Vance, berasal dari India dan besar di San Diego. Mereka bertemu di Yale Law School dan memiliki tiga anak. Keduanya berjalan ke lantai konvensi pada Senin malam dan disambut dengan sorak-sorai dan tepuk tangan. Dia saat itu adalah seorang pengkritik Trump, namun kemudian menerima pemimpin tersebut. Vance juga menjadi tokoh yang paling bersemangat dan merupakan salah satu juru bicara efektif pandangan dunia Trump – mengenai perdagangan, imigrasi dan kebijakan luar negeri – dan kini telah menjadi mentor dan pendukung generasi muda konservatif nasional yang mendukung visi “Amerika yang pertama”. Jika terpilih, Vance akan menjadi wakil presiden termuda ketiga dalam sejarah Amerika. Pada tahun 1857, John Breckinridge menjadi Wakil Presiden pada usia 36 tahun, dan pada tahun 1953, Richard Nixon terpilih sebagai Dwight Eisenhower ketika ia berusia 40 tahun 11 hari. Baca juga:Donald Trump Sapu Bersih Konvensi Partai Republik di Michigan Usia Vance memperkenalkan dimensi baru dalam perlombaan yang ditandai dengan kekhawatiran seputar usia Presiden Joe Biden yang berusia 81 tahun. Trump sendiri berusia 78 tahun, dan jika dia menang, Vance akan menjadi yang terdepan untuk mengambil alih kepemimpinan Make America, Gerakan Great Again (MAGA) yang saat ini identik dengan Partai Republik.(pwk) Editor: purwoko