Antusiasme Pemilihan Nanang Galuh Tinggi, Balangan Targetkan Ratusan Peserta
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, PARINGIN - Antusiasme pemilihan Nanang Galuh di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan cukup tinggi. Tak hanya dari kalangan pelajar, para peserta yang mendaftar juga berasal dari kalangan mahasiswa.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan, Hasan mengatakan, pendaftaran Nanang Galuh sudah mulai dibuka hari ini, Senin (15/07/2024). Pihaknya menargetkan pesertanya bisa mencapai ratusan orang.
"Tahun ini kami menargetkan pendaftaran Nanang Galuh tahun ini tembus seratus orang, kalau bisa lebih," ujarnya seperti dikutip Wartabanjar.com, Senin (15/07/2024).
Dirinya menjelaskan jika untuk pelaksanaan pemilihan Nanang Galuh tahun ini akan digelar di Gedung Sanggam, Balangan, Kalsel.
"Biasanya dilaksanakan di Gedung Budaya, lantaran akses jalan menuju ke sana dan juga terbilang jauh, kami memilih Gedung Sanggam," katanya.
Baca juga: Pemkab Sambut Kedatangan Jamaah Haji Asal Tanah Bumbu
Terakhir, Hasan mengajak kepada pemuda kabupaten Balangan agar beramai-ramai untuk mendaftarkan diri sebagai Nanang Galuh Kabupaten Balangan 2024.
"Daftar aja dulu, kalah menang itu biasa, yang penting maju dulu," tutupnya.
Penggunaan nama Nanang dan Galuh diambil dari kata-kata lanang atau Bahasa melayu yang artinya Laki-laki. Sementara Galuh memiliki arti perak, batu mulia, dan intan.
Terkait dengan dimulainya pemakaian nama Nanang Galuh, Ahli Sejarah, Mansyur mengatakan dapat ditelusuri dalam Hikayat Banjar tahun 1663.
"Dalam hikayat itu dituliskan terdapat penamaan Nanang sebagai bagian keluarga bangsawan,” kata Mansyur.
Baca juga: Ratusan Pulau di Indonesia Dijual, BRIN Ingatkan ini
Pada sejarah Banjar, awal mula orang yang bergelar Nanang adalah Nanang Sarang, tokoh etnis Biaju yang menikah dengan Gusti Nurasat, adik Sultan Musta'in Billah. Sultan Banjar keempat yang memerintah antara tahun 1595-1642.
“Namun, jika menilik tulisan Andin Ansyarullah tentang penelusuran jejak nama Andin dan Rama. Ia mengemukakan sejarah dari nama Rama-Andin dan Anang-Aluh merupakan sebuah sejarah perjalanan sebagian masyarakat Banjar," tuturnya.
Dua kelompok ini berperan kuat dalam masyarakat Banjar, dari awal kesultanan terbentuk hingga saat ini.
Meski begitu ujar Mansyur, penggunaan Anang-Aluh maupun Andin-Rama tak sepopuler gelar bangsawan Banjar lain. (Alfi)
Baca juga: 135 Produk Indikasi Geografis Indonesia Diperkenalkan di Jenewa Swiss
Editor: Sidik Purwoko