WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Aksi perestasan data milik pemerintah di antaranya instansi militer oleh hacker, mendapat perhatian dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Untuk mengantisipasi agar hal itu tidak terjadi lagi, Panglima merencanakan rekrutmen dan pendidikan khusus untuk anggota satuan siber TNI.
Pernyataan itu dia sampaikan untuk merespons usai terjadi peretasan data Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.
“Masuk lewat rekrutmen khusus nanti pendidikannya juga khusus, baru dia kita masukkan ke satuan siber,” kata Agus dikutip wartabanjar.com dari laman @infokomando.official, Jumat (12/7/2024)
Agus berencana peluang pendaftar untuk masuk dalam satuan siber TNI itu tak lagi terbatas pada pendidikan Bintara, Tamtama ataupun perwira.
Dia menyebut orang yang memiliki latar belakang teknologi informasi dapat pula mendaftar.
“Jadi memang dari mungkin kuliahnya atau SMA-nya sudah punya kemampuan IT,” kata Agus.
Agus mengatakan bahwa peretasan itu berdampak pada perubahan konsep di satuan siber, terutama perihal rekrutmen.
Dia menilai personel dalam satuan siber harus memiliki kemampuan teknologi informasi atau IT yang mumpuni.
“Kami lagi evaluasi. evaluasi dari SDM-nya, mungkin alat-alatnya juga harus bagus,” kata Agus. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi