Ini Bahaya Konsumsi Kecubung: Bikin Berhalusinasi, Kegilaan, Kejang Hingga Kematian
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Penggunaan kecubung atau dalam bahasa latinnya disebut datura metel akhir-akhir ini semakin marak di Kota Banjarmasin.
Pihak kepolisian pun terus melakukan sosialisasi terkait bahaya menggunakan atau mengonsumsi kecubung.
Dikutip dari laman Polsek Banjarmasin Timur, kecubung, atau datura, adalah tanaman yang mengandung senyawa tropan alkaloid yang bisa menyebabkan efek halusinogenik jika dikonsumsi.
Baca juga: Diduga Ada Penjualan Rokok Kecubung, Polsek Banjarmasin Timur Sisir Pasar Batuah
Penyalahgunaan kecubung dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk keracunan, halusinasi, kebingungan, kejang, dan bahkan kematian.
"Jangan tergoda untuk mencoba buah ini, meski mungkin terdengar eksotis atau unik. Keselamatan Anda adalah yang utama! Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala setelah mengonsumsi kecubung, segera cari bantuan medis," Polsek Banjarmasin memberikan peringatan.
Dilansir Wikipedia, kecubung (Datura metel) adalah tumbuhan berbunga anggota suku Solanaceae, tumbuhan ini masih sekerabat dengan datura, tumbuhan hias dengan bunga berbentuk terompet yang besar.
Kecubung biasanya berbunga putih dan atau ungu, tetapi hibridanya berbunga aneka warna.
Diperkirakan tanaman ini pertama kali dipakai sebagai obat-obat pada abad kesepuluh.
Bahkan, Bangsa Mesir sudah menggunkan Bunga Kecubung untuk sejak zaman 0–1 sebelum Masehi sebagai makanan spiritual.
Kecubung ada yang berasal dari Asia Tenggara, tetapi ada juga yang berasal dari Benua Amerika.
Baca juga: Inspektorat Balangan Sosialisasi Anti Korupsi dalam Penyelenggaraan PPDB SD dan SMP
Kecubung tumbuh di tempat yang beriklim panas dan dibudidayakan di seluruh belahan dunia karena khasiat yang dikandungnya dan juga untuk tanaman hias.
Pertama kali diperkenalkan oleh Linnaeus pada tahun 1753, tetapi secara botani masih belum tepat mengenai gambaran dan penjelasan tentang kecubung.
Wilayah asal yang menjadi sumber tanaman ini tidak dapat diketahui secara pasti.
Bagian-bagian kecubung, tetapi terutama bijinya, mengandung alkaloid yang berefek halusinogen dan menyebabkan kegilaan baik sementara atau permanen.
Selain itu juga, biji kecubung dapat memicu paralisis dan kematian.
Di dalam kecubung juga terkandung senyawa cathinone yang efeknya hampir sama dengan amphetamina serta bersifat stimulan, mengurangi nafsu makan dan euphoria (senang berlebih-lebihan) sehingga menyebabkan kecanduan -psikologis.
Terdapat juga senyawa scopolamin dan atropin yang menyebabkan delirium halusinogen (halusinasi yang tidak bisa membedakan sama sekali nyata dan ilusi). (ernawati)
Editor: Erna Djedi